Homer Jadi Guru Penting bagi Siswa di Era Postmodern
Karya Homer yang berjudul The Odyssey memiliki banyak fakta menarik yang sampai saat ini masih relevan untuk dibicarakan--X @FilmUpdates
T.S. Eliot merangkum gagasan tersebut melalui kalimat dalam Four Quartets: “Sejarah adalah pola dari momen-momen yang tak lekang oleh waktu.”

Dalam puisi Homer, penyihir berbahaya Circe menyembunyikan kekuatan magisnya.-Alamy-BBC
Homer dianggap mampu menggambarkan momen-momen tersebut dengan sangat kuat. Ia menunjukkan manusia ketika menghadapi kegembiraan, pencapaian, cinta, penderitaan, kehidupan, dan kematian.
Bagi siswa yang tumbuh dalam dunia dengan banyak keyakinan dan pandangan yang saling berdampingan, karya Homer dapat menjadi ruang.
Melaluinya siapa saja bisa melihat persoalan tersebut. Tanpa harus segera menentukan satu jawaban.
BACA JUGA:Filsafat Nietzsche, Mengenal Eternal Recurrence tentang Menerima Kehidupan
BACA JUGA:Meresapi Analogi Nietzsche: Tuhan Sudah Mati?
Homer tidak memaksakan solusi mengenai kehidupan dan kematian. Ia hanya memperlihatkan manusia yang bergulat dengan pertanyaan tersebut.
Karena itulah, Homer dinilai tetap penting sebagai guru pertama bagi generasi postmodern.
Melalui kisah-kisahnya, siswa dapat melihat manusia dalam segala kerumitan sekaligus kesederhanaannya. Lalu kembali pada perintah Delphi yang terkenal: “Kenalilah dirimu sendiri.” (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: arts of liberty