Cewek Bunuh Cowok di Toko Material di Menganti, Gresik: Pelaku Pegang Kendali
ILUSTRASI Cewek Bunuh Cowok di Toko Material di Menganti, Gresik: Pelaku Pegang Kendali.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Jumat, 2 Oktober 2026, Ira tetap bekerja di toko Firdi, dan dia mengajak Firdi menginap di situ. Firdi oke. Di dalam toko itu ada satu ruang istirahat. Di situlah mereka menginap malam itu. Ira membawa tas, isinya, antara lain, dua pisau.
Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 02.00 WIB, terjadilah pembunuhan. Saat itu Firdi tidur. Diawali, Ira menikam leher Firdi dengan dua tikaman. Sangat mungkin tikaman fatal karena korban kondisi tidur.
Ternyata, Firdi bangkit. Melawan. Ia mendorong Ira sampai terjengkang. Saat itu pisau di tangan Ira terlepas, terjatuh. Ira telentang di lantai.
Firdi mendatangi Ira, menduduki tubuh Ira. Lalu, Firdi memukuli Ira.
Kesaksian Ira: ”Ia berada di atas saya, menduduki saya, sambil memukuli saya. Darah dari lehernya terus mengucur, kena wajah saya.”
Dalam posisi tersebut, Ira mengaku, tangannyi mencari-cari pisau yang sebelumnya digunakan. Dia meraba-raba di sekitar. Pisau pun terjangkau, lalu digenggam Ira.
Ira: ”Pas saya sudah ketemu pisau, terus saya sabetkan agar ia tak mendekat saya lagi. Sabetan saya kena tangan dan punggungnya.”
Berdasarkan hasil visum luar tubuh korban, ada 23 tikaman benda tajam. Ia meninggal di tempat.
Selanjutnya, pelaku termangu di dekat jenazah korban. Sampai, sekitar pukul 08.30, dia menelepon saluran khusus polisi 110. Dia melapor, baru saja membunuh Firdi.
Jadi, pelaku duduk termangu di dekat jenazah korban selama sekitar enam setengah jam. Setelah menelepon 110, dia tetap di situ, menunggu polisi. Tim polisi tiba di TKP sekitar pukul 10.30. Ira ditangkap.
Ira dijerat Pasal 459 KUHP, pembunuhan berencana. Ancaman, maksimal hukuman mati.
Dari situ kelihatan, tersangka pegang kendali atas korban. Kendali itu segera hilang setelah korban menyatakan putus hubungan. Setelah kehilangan kendali, pelaku melakukan agresi ke korban, berakhir pembunuhan.
Duo psikolog Helen Gavin dan Theresa Porter dalam buku mereka, Female Aggression (Wiley-Blackwell, 2014), mengungkap karakter perempuan pelaku tindak kekerasan, bahkan pembunuhan, terhadap pasangan pria.
Helen Gavin adalah direktur Pendidikan Pascasarjana University of Huddersfield, Inggris. Di sana dia juga mengajar psikologi forensik dan kriminologi. Sebelumnya, dia kepala Departemen Psikologi di University of the West of England, Inggris.
Theresa Porter, psikolog forensik yang kini berpraktik di Connecticut, Amerika Serikat (AS). Dia pernah bekerja untuk Federal Bureau of Prisons, AS, selama hampir satu dekade. Di sana dia dapat pengalaman dalam menangani pelaku tindak pidana perempuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: