F1 Bahrain Cabang Sepang
--
Balapan kali ini juga seperti dapat durian runtuh untuk Pemerintah Malaysia karena mendapat uang sewa sirkuit dan, konon, memecahkan rekor dengan hampir 300 ribu penonton selama penyelenggaraan. Kalkulasi berapa RM yang masuk dari sektor hotel, pariwisata, oleh-oleh, suvenir, dan lain sebagainya.
Bahrain juga mengobati banyaknya drama dengan persembahan atraksi seni dan budaya yang dibalut dengan menyulap mall area menjadi kawasan Timur Tengah yang megah. Totalitas Bahrain dalam memperkenalkan seni dan budaya serta makanan tradisional benar-benar terasa. Mereka menghadirkan langsung para pelaku seni dan F&B. Pengunjung ikut diberi kesempatan merasakan sensasi membuat tembikar, menyulam, melukis, dan menikmati makanan tradisional.

--
Saya merasa dejavu. Apa yang saya lihat dari kemegahan Bahrain dalam menyelenggarakan balap F1 persis seperti yang saya rasakan dan lihat 20 tahun lalu. Kebetulan, pada 2006 saya bersama (alm.) Ekis "Lily Tour" dan Aza (Azrul Ananda) diberi kesempatan nonton dan meliput langsung oleh Gulf Air sebagai sponsor utama.
Saat itu, suguhan seni, kemewahan bangunan, hingga atraksi di dalamnya benar-benar memanjakan pengunjung. Ada fasilitas playground untuk anak-anak, sofa dan bantal di atas hamparan karpet berwarna emas untuk pengunjung bersantai. Tarian egrang dengan juggling-nya, live music, serta stan-stan merchandise dan suvenir berjajar-jajar. Dan, suguhan pesawat Gulf Air Super Jumbo terbang rendah, meliuk-liuk di atas sirkuit.
Hanya saja, saat di Bahrain yang sirkuitnya jauh lebih luas, fasilitas untuk pengunjung seperti di atas sangat menghibur. Namun, saat dibawa ke Sepang, mall area menjadi penuh oleh bangunan tadi. Dampaknya, para pemilik tiket Main Grandstand yang biasanya tinggal masuk, kini harus memutar jalan kaki lewat samping hingga melewati bukit yang cukup jauh.

--
Selama di Sepang, saya dan teman-teman sempat mampir ke kantor Sepang International Circuit. Seorang teman bercerita bahwa semua yang menjalankan atau menjadi operatornya adalah SDM dari Bahrain. Tidak heran banyak wajah-wajah Timur Tengah berada di setiap lini tempat atau kegiatan.
Terlepas dari beberapa catatan tadi, menurut hemat saya, semua terbayar dengan serunya balapan. Dan, yang menggembirakan, ada secerah harapan melihat antusiasme penonton. Pihak Sepang katanya sedang bernegosiasi untuk menjadi operator kembali. Segerakan, Pak Cikkkk. (*)
Dewo Pratomo adalah kontributor Disway National Network sekaligus host podcast Mainbalap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: