AS Bekukan Akses Microsoft ke Program Green Card, 7 Perusahaan Teknologi Terdampak

AS Bekukan Akses Microsoft ke Program Green Card, 7 Perusahaan Teknologi Terdampak

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menangguhkan akses Microsoft ke program green card.-Diolah-

HARIAN DISWAY – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menangguhkan akses Microsoft dan sejumlah perusahaan teknologi lain untuk program sertifikasi tenaga kerja.

Padahal, program itu menjadi salah satu jalur bagi pekerja asing untuk memperoleh izin tinggal permanen atau green card.

Kebijakan tersebut diumumkan Wakil Presiden AS JD Vance pada 8 Oktober 2026, di tengah upaya pemerintahan Donald Trump memperketat aturan pekerja asing. 

Selain Microsoft, ada perusahaan lain yang terdampak. Mencakup Adobe, Cognizant, Infosys, Tata Consultancy Services, Wipro, HCL Technologies, dan Capgemini.

BACA JUGA:OpenAI dan Microsoft Digugat Seattle Times serta Newsday soal Hak Cipta di New York

BACA JUGA:Microsoft Resmi Hentikan Sinkronisasi Samsung Gallery ke OneDrive Mulai 2026

Menteri Tenaga Kerja AS Keith Sonderling menyatakan pemerintah tidak akan menerima permohonan sertifikasi baru.

Pun, tidak akan memproses permohonan yang masih tertunda dari perusahaan-perusahaan tersebut. 


Wakil Presiden AS JD Vance menangguhkan akses Microsoft untuk program sertifikasi tenaga kerja.-Anna Moneymaker-Getty Images via AFP

Vance menuding Microsoft menyalahgunakan sistem visa tenaga kerja asing. Ia menyoroti keputusan perusahaan tersebut terkait PHK.

Microsoft melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 6.000 pekerja di AS pada 2025. Sementara perusahaan juga memperoleh ribuan persetujuan visa H-1B dan green card.

BACA JUGA:CEO AI Microsoft Sebut AI Bisa Gantikan Pekerjaan Kantoran dalam 12-18 Bulan ke Depan

BACA JUGA:Microsoft Disorot Pemerintah California, Penggunaan AI dalam Call of Duty: Black Ops 7 Diduga untuk Memangkas Tenaga Manusia

Menurut Vance, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai praktik perekrutan tenaga kerja perusahaan teknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: