AS Bekukan Akses Microsoft ke Program Green Card, 7 Perusahaan Teknologi Terdampak
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menangguhkan akses Microsoft ke program green card.-Diolah-
Pemerintah AS menyatakan langkah pembatasan itu bertujuan melindungi pekerja domestik. Juga mencegah praktik perekrutan yang dinilai merugikan tenaga kerja Amerika.
Namun, tuduhan tersebut merupakan pernyataan pemerintah. Tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh perekrutan pekerja asing oleh perusahaan terkait melanggar aturan.
Microsoft membantah gambaran bahwa penggunaan visa H-1B ditujukan untuk menggantikan pekerja Amerika dengan tenaga kerja asing.
BACA JUGA:Microsoft Dikabarkan Pertimbangkan Pisahkan Xbox, Elder Scrolls dan Fallout Ingin Dipercepat
BACA JUGA:Microsoft Luncurkan MAI-Image-1, Model AI Buatan Sendiri untuk Gambar Fotorealistik
Perusahaan memaparkan sekitar 80 persen dari permohonan H-1B diajukan pada tahun fiskal terakhir.
Itu digunakan untuk memperpanjang visa atau mengubah status pekerja yang sudah bekerja di Microsoft. Bukan merekrut pekerja baru dari luar negeri.
Microsoft juga menyatakan mayoritas karyawannya di AS merupakan warga Amerika. Pekerja dengan visa H-1B menerima kompensasi.
Pun, perusahaan menyebut kompensasi itu sebanding dengan karyawan lain yang menjalankan pekerjaan serupa.
BACA JUGA:Microsoft Perkenalkan Aplikasi Pendamping untuk Microsoft 365 di Windows 11
BACA JUGA:Sinergi Microsoft dan Viome, Rilis Teknologi Medis Berbasis AI, Dorong Kesehatan Molekuler
Namun, kebijakan tersebut perlu dibedakan dari penghentian visa H-1B. Visa H-1B memungkinkan perusahaan AS mempekerjakan tenaga asing berketerampilan khusus untuk bekerja sementara.
Berbeda dengan program Permanent Labor Certification atau PERM. Itu merupakan salah satu tahapan yang biasanya dibutuhkan perusahaan.
Dengan PERM, perusahaan dapat membantu pekerja asing untuk memperoleh green card berbasis pekerjaan.
Dengan demikian, penangguhan PERM menghambat pekerja untuk mendapat izin tinggal permanen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: