Volkswagen Batalkan Penjualan Ducati, Proyek Menuju MotoGP 2027 Resmi Berlanjut
Suasana pabrik Ducati di Borgo Panigale, Italia. --Twitter Paolo Brunelli @paolobrunelli6
HARIAN DISWAY - Dapur pacu bisnis dan olahraga balap Ducati akhirnya mendapat napas lega. Volkswagen Group dipastikan resmi membatalkan rencana penjualan pabrikan ikonik asal Italia tersebut, setidaknya hingga tiga tahun ke depan.
Di tengah tekanan profitabilitas dan tren penurunan margin global, kepastian kepemilikan ini menjadi benteng stabilitas vital bagi Borgo Panigale, khususnya dalam mengawal dominasi mutlak Ducati Corse menyongsong revolusi besar regulasi MotoGP 2027.
Volkswagen (VW) dipastikan menolak kemungkinan penjualan merek sepeda motor asal Italia, Ducati, setidaknya dalam tiga tahun ke depan. Kepastian ini dilaporkan oleh media bisnis Italia, Il Sole 24 Ore, sebagaimana dikutip ANSA.
Klarifikasi ini menyapu semua spekulasi yang berembus beberapa pekan terakhir. Sejak September, masa depan Ducati memang jadi perbincangan hangat. CEO Audi, Gernot Dollner, sempat mengakui bahwa pabrikan Italia tersebut masuk dalam daftar aset yang dievaluasi sebagai bagian dari reorganisasi Volkswagen Group.
Meski begitu, evaluasi aset tidak serta-merta berarti penjualan. Media bisnis Italia menegaskan: "Tidak ada rencana penjualan pabrik yang berbasis di Borgo Panigale dalam tiga tahun ke depan."
Bagi Ducati yang diakuisisi VW Group melalui Audi sejak 2012, kepastian ini memberikan kejelasan kepemilikan dalam jangka pendek. Namun, hal ini jelas bukan jaminan kepemilikan permanen.
BACA JUGA:David Almansa Rajai Sesi Practice Moto3 Mandalika, Veda Ega Kunci Tiket Q2
BACA JUGA:Hasil FP1 MotoGP Indonesia 2026: Bezzecchi Asapi Marquez dan Martin di Mandalika
Margin Keuntungan Tergerus
Keputusan VW memunculkan situasi yang unik. Ducati sama sekali bukan perusahaan yang merugi. Pabrikan Borgo Panigale ini masih mencatatkan laba.
Namun, laporan keuangan 2025 menunjukkan tren penurunan kinerja. Angka pengiriman motor Ducati merosot sekitar 6,6 persen, sementara margin operasinya tergerus hingga 3,5 poin.
Pihak pabrikan menyoroti beberapa faktor pemicu, mulai dari kontraksi pasar global, penyesuaian tarif impor Amerika Serikat, fluktuasi nilai tukar mata uang, hingga penyesuaian standar emisi Euro 5+.
Turunnya margin keuntungan membuat fleksibilitas finansial Ducati kian terbatas. Alasan inilah yang mendorong VW Group meninjau ulang seluruh investasi mereka dengan cermat.

Pabrik Volkswagen di Jerman, dikabarkan sedang mengalami masalah finansial. --Twitter SandraSaray @Saray_sandrac
Pemerintah Italia Sempat Minta Jaminan
Isu rencana penjualan Ducati sempat memicu reaksi politik di Italia. Pemerintah pusat, pemerintah wilayah Emilia-Romagna, hingga otoritas lokal turun tangan menuntut kepastian masa depan Ducati.
Bagi publik Italia, Ducati bukan sekadar merek sepeda motor biasa. Pabrikan ini merupakan aset industri vital yang menyerap banyak tenaga kerja, menggerakkan rantai pemasok lokal, sekaligus simbol keberhasilan wilayah Motor Valley Italia.
Dalam pertemuan pada 25 September lalu, Menteri Perindustrian Italia, Adolfo Urso, telah menerima jaminan terkait keberlanjutan investasi dan program pengembangan Ducati. Konfirmasi resmi dari VW makin memperkuat komitmen tersebut, sekaligus menutup pintu bagi investor lokal yang berniat mengambil alih Ducati dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Misi Hapus 'Kutukan' Mandalika: Marc Marquez Bedah Rahasia Telemetri Fermin Aldeguer
BACA JUGA:Dominasi Marquez Memanas, Akankah Team Order Aprilia Menyelamatkan Martin?
Bagaimana Dampaknya bagi Proyek MotoGP?
Stabilitas kepemilikan jelas menjadi kabar baik bagi skuad MotoGP mereka, Ducati Corse. Dominasi total Ducati di kelas utama dibangun di atas fondasi teknis yang solid, investasi berkelanjutan, serta konsistensi program pengembangan.
Isu kepemilikan ini sangat krusial mengingat MotoGP akan menghadapi perubahan regulasi teknis besar-besaran pada 2027 mulai dari peralihan ke mesin 850cc, penggunaan ban Pirelli, hingga pemangkasan perangkat aerodinamika secara signifikan.
Transisi besar ini membutuhkan sokongan dana dan riset teknis yang masif. Kendati VW membatalkan rencana penjualan, hal itu tidak otomatis menjamin anggaran balap Ducati Corse aman tanpa batas.
VW bisa saja mempertahankan Ducati sambil menuntut efisiensi anggaran dan peningkatan profitabilitas. Karena itu, pengumuman ini bukan "cek kosong" bagi divisi balap mereka.
Waktu Bernapas, Bukan Jaminan Permanen
Volkswagen memberi waktu bagi Ducati untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis dan mengawal transisi regulasi baru MotoGP tanpa dibayang-bayangi ketidakpastian struktur kepemilikan.
Namun, VW tetap membuka opsi untuk mengevaluasi ulang strategi mereka di masa depan. Tantangan terbesar Borgo Panigale saat ini adalah membuktikan bahwa dominasi mereka di lintasan balap sejalan dengan stabilitas dan kesehatan finansial perusahaan.
Ducati telah mengamankan kepastian untuk tiga tahun ke depan. Tugas mereka selanjutnya adalah meyakinkan Volkswagen Group agar bersedia mempertahankan mereka lebih lama lagi.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: