Karhutla: Tegas kepada Pelaku, Adil terhadap Industri Sawit
ILUSTRASI Karhutla: Tegas kepada Pelaku, Adil terhadap Industri Sawit.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Tidak Mungkin Diselesaikan Satu Pihak
Kebakaran lahan bukan persoalan yang dapat diselesaikan hanya oleh perusahaan perkebunan atau pemerintah. Persoalan itu membutuhkan kerja bersama.
Pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan, petani, masyarakat, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil perlu duduk bersama membangun sistem pencegahan yang lebih efektif.
Teknologi pemantauan titik api dapat dimanfaatkan, kapasitas masyarakat perlu diperkuat, dan mekanisme pelaporan serta respons cepat harus terus diperbaiki.
RSI melihat ruang kolaborasi tersebut masih sangat terbuka dan siap mengambil bagian dalam upaya membangun kerja sama yang lebih baik di antara para pemangku kepentingan.
Jangan Generalisasi Industri Sawit
Seyogianya persoalan kebakaran lahan tidak kemudian berkembang menjadi tuduhan terhadap seluruh industri sawit.
Industri sawit Indonesia sangat beragam. Ada perusahaan yang mungkin melakukan pelanggaran dan harus bertanggung jawab apabila terbukti. Namun, ada pula perusahaan yang telah menjalankan kewajibannya dan memiliki sistem pencegahan kebakaran yang baik.
Karena itu, yang harus ditindak adalah pelanggarannya dan pelakunya, bukan industrinya secara keseluruhan.
Pendekatan yang objektif justru akan memberikan ruang bagi perusahaan-perusahaan yang serius menjalankan praktik perkebunan yang bertanggung jawab untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan standar pengelolaan lingkungan.
Oleh karena itu, Rumah Sawit Indonesia percaya bahwa kebakaran lahan harus kita hadapi dengan sikap yang tegas sekaligus adil.
Kita harus tegas terhadap siapa pun yang sengaja membakar lahan atau lalai sehingga mengakibatkan kebakaran. Namun, pada saat yang sama, kita juga harus memastikan bahwa setiap tuduhan didasarkan pada fakta dan hasil investigasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
RSI mengajak pemerintah, dunia usaha, petani, dan masyarakat untuk tidak berhenti pada saling menyalahkan. Yang lebih penting adalah membangun sistem pencegahan, mempercepat respons ketika kebakaran terjadi, dan memastikan hukum benar-benar bekerja secara adil.
Kebakaran lahan adalah masalah kita bersama. Karena itu, penyelesaiannya pun harus menjadi tanggung jawab kita bersama. (*)
*) Yunita Sidauruk adalah sekretaris jenderal Rumah Sawit Indonesia (RSI).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: