Gegar Budaya Anak Rantau: Fenomena Disorientasi pada Mahasiswa Baru
ILUSTRASI Gegar Budaya Anak Rantau: Fenomena Disorientasi pada Mahasiswa Baru.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Yang terjadi kemudian, seorang mahasiswi muslimah perantau dari daerah menjadikannya inspirasi gaya tren populer perkotaan hingga rela melepas kerudung. Kebebasan berekspresi yang melenceng. Sungguh miris!
Finansial
Bagi mahasiswa baru perantau, gegar budaya sering muncul juga dalam bentuk pengelolaan keuangan sehari-hari. Kemandirian dibutuhkan dalam mengelola keuangan seperti mengatur sendiri uang makan, biaya kos, listrik/token, transportasi, yang jauh berbeda saat masih tinggal dengan orang tua. Sifat konsumtif hanya akan menimbulkan kecemasan.
Pada akhirnya, proses adaptasi di tempat baru akan melewati fase penerimaan. Fase pada kondisi stabil secara emosional. Siap dengan kondisi mental yang baik dan menikmati hidup di budaya kedua. (*)

*) Bea Anggraini adalah dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.--

*) Dwi Handayani adalah dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, Surabaya.--
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: