Comeback Megawati Warnai Kekalahan Telak Hyundai Hillstate dari Expressway Hi-Pass

Comeback Megawati Warnai Kekalahan Telak Hyundai Hillstate dari Expressway Hi-Pass

Skuad Expressway Hi-Pass usai bungkam Hyundai Hillstate di turnamen Pramusim V-League 2026-2027, pada 14 Oktober 2026--Twitter Indonesia volleyball @volleyballidn

HARIAN DISWAY - Laga comeback Megawati Hangestri Pertiwi belum mampu menyelamatkan Hyundai E&C Hillstate dari kekalahan telak 0-3 (17-25, 16-25, 18-25) atas Korea Expressway Hi-Pass di babak penyisihan Grup B V-League 2026, Rabu, 14 Oktober 2026.

Masalah chemistry dan tingginya angka error memaksa tim asal Suwon itu melakoni laga hidup-mati kontra GS Caltex, demi memperebutkan sisa satu tiket ke semifinal.

Korea Expressway Hi-Pass sukses mengamankan kemenangan telak 3-0 (25-17, 25-16, 25-18) atas Hyundai E&C Hillstate dalam laga Grup B turnamen pramusim V-League 2026-2027. Pertandingan tersebut berlangsung di Gimnasium Jinnam, Yeosu, Provinsi Jeolla Selatan. 

​Ini menjadi kemenangan kedua bagi Korea Expressway Hi-Pass. Sebelumnya, tim asal kota Gimcheon tersebut berhasil menumbangkan GS Caltex Seoul KIXX dengan skor 3-1 pada 12 Oktober. Hasil ini memastikan langkah Hi-Pass melaju ke babak semifinal, mengamankan satu dari dua posisi teratas grup.

​Kemenangan Hi-Pass tak lepas dari ketajaman "trilogi serangan" yang diusung oleh pemain asing Letitia Moma Basoko, pemain kuota Asia Uchiseto Mami, serta Kang So-hwi.

BACA JUGA:Pramusim V-League 2026/2027: Duel Sengit Megawati Hangestri vs Moma Bassoko

BACA JUGA:Baru 5 Hari Latihan, Megawati Hangestri Langsung Dapat Pujian Setinggi Langit dari Setter Terbaik Korea

​Secara khusus, Mami yang baru bergabung musim ini memberikan dampak signifikan bagi dinamika tim. Pemain veteran tersebut tampil solid, baik dalam melancarkan serangan maupun memperkuat lini pertahanan. Di set pertama saja, Mami menjadi pencetak angka tertinggi dengan 9 poin dan tingkat keberhasilan serangan mencapai 80 persen.

​Usai mengamankan set pertama 25-17, Korea Expressway Corporation melanjutkan dominasinya di set kedua. Setelah memimpin jauh, mereka tampil tenang dengan merotasi sejumlah pemain cadangan, termasuk Park Jeong-ah.

​Pada laga ini, Moma memimpin perolehan angka Hi-Pass dengan 18 poin (termasuk dua block), disusul Mami dengan 15 poin, dan Kang So-hwi yang menyumbangkan 11 poin.

​Hyundai Hillstate Belum Padu

​Di sisi lain, permainan Hyundai Hillstate terlihat belum padu. Megawati Hangestri Pertiwi (Mega), yang kembali ke Korea Selatan setelah absen dua tahun sejak musim 2024-2025, mencatatkan 14 poin dalam laga comeback-nya. Kendati demikian, Mega melakukan lima kesalahan (error) dengan tingkat keberhasilan serangan sebesar 35,90 persen.


Megawati Hangestri Pertiwi, saat memimpin Hyundai Hillstate di laga perdana Grup B melawan Expressway Hi-Pass pada 14 Oktober 2024.--Twitter Menunggu @menungguwaktuku

​Sementara itu, pemain asing Hyundai Hillstate, Jordan Wilson, menjadi penyumbang angka terbanyak bagi timnya lewat raihan 15 poin dengan tingkat keberhasilan serangan 34,15 persen.

​Pelatih Kepala Hyundai E&C Hillstate, Kang Sung-hyung, mengakui permainan timnya masih memiliki banyak celah.

​"Serangan Mega dan Jordan sebenarnya cukup bagus, tetapi pertandingan ini justru menyingkap masalah yang selama ini kami khawatirkan," ujar Kang Sung-hyung.

​"Kami membuat banyak kesalahan. Selain itu, chemistry antara setter Kim Da-in, Mega, dan Jordan masih belum sinkron. Tim lawan bermain jauh lebih baik, baik dalam menyerang maupun bertahan," tegasnya.

BACA JUGA:Kasus Pelecehan Seksual di Red Sparks, KOVO Resmi Jatuhkan Sanksi Berat

BACA JUGA:Kasus Pelecehan Guncang Mantan Klub Megawati Hangestri, Eks Pelatih Red Sparks Diperiksa Polisi

​Catatan statistik menunjukkan tim asal Suwon tersebut melakukan 17 kali kesalahan sepanjang laga, sementara Korea Expressway Hi-Pass hanya mencatatkan 9 kesalahan.

​Pelatih Kang juga menyoroti kinerja lini bertahan timnya. "Seharusnya kami bisa melakukan blocking yang lebih efektif dari posisi middle blocker, tetapi hal itu gagal dilakukan. Perubahan komposisi middle blocker dibanding musim lalu membuat gaya permainan tim berubah secara signifikan." Ujar Kang Sung-hyung. 

​“Hal ini tidak hanya berlaku untuk turnamen piala ini, tetapi juga untuk awal musim reguler mendatang. Kuncinya adalah para pemain harus bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan karakter tim musim ini,” tambah Kang.

​Hyundai Hillstate dijadwalkan melakoni laga hidup-mati pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup B melawan GS Caltex pada 16 Oktober. Mengingat GS Caltex juga telah mengantongi satu kekalahan, laga ini secara praktis menjadi penentu perebutan posisi runner-up grup. Tim yang keluar sebagai pemenang akan mendampingi Expressway Hi-Pass melaju ke babak semifinal.(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: