Pembunuhan Gadis di Kamar Kos Pinang Ranti, Jakarta Timur: Antara Hasil dan Risiko
ILUSTRASI Pembunuhan Gadis di Kamar Kos Pinang Ranti, Jakarta Timur: Antara Hasil dan Risiko.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Salah satu topik di situ, pelaku kriminal tidak selalu menghitung untung-rugi seperti orang pada umumnya.
Steele membahas rational choice perspective, yaitu pendekatan yang melihat kejahatan sebagai hasil proses pengambilan keputusan.
Pelaku kejahatan mungkin mempertimbangkan keuntungan, risiko tertangkap, hukuman, dan berbagai konsekuensi lain sebelum bertindak.
Namun, perhitungan itu tidak selalu akurat ataupun lengkap. Ada perbedaan antara nilai keuntungan dan risiko yang sebenarnya, dengan nilai keuntungan dan risiko yang dibayangkan pelaku. Keuntungan dan risiko nyata versus keuntungan dan risiko yang dibayangkan pelaku.
Jadi, sesuatu yang terlihat tidak masuk akal bagi masyarakat umum bukan penjahat belum tentu dipersepsikan dengan cara yang sama oleh pelaku kejahatan.
Hal lain, keuntungan yang dicari penjahat tidak selalu berupa uang dalam jumlah besar. Buku itu menelaah beragam manfaat yang dapat mendorong kejahatan.
Uang memang salah satunya, tetapi ada pula kebutuhan mendesak, kesenangan pelaku, pencarian sensasi pelaku, pengakuan sosial, atau perasaan bahwa pelaku tidak punya pilihan lain.
Karena itu, nilai barang yang dicuri tidak otomatis menunjukkan seberapa besar dorongan subjektif pelaku.
Namun, kita juga dilarang langsung menyimpulkan bahwa seorang penjahat punya kebutuhan mendesak, kecanduan, atau motif psikologis tertentu dalam suatu kasus. Semua itu memerlukan bukti.
Pokok pemikiran Steele adalah motif yang terlihat sederhana belum tentu menggambarkan keseluruhan proses keputusan pelaku.
Pelaku bisa menyusun rencana, membagi peran, dan menentukan tindakan secara terstruktur. Namun, tetap salah menimbang konsekuensi.
Dengan kata lain, adanya perencanaan tidak membuktikan bahwa pelaku telah melakukan perhitungan untung-rugi secara matang.
Ancaman hukuman berat tidak otomatis menjadi penghalang efektif. Dari sudut pandang masyarakat, risiko hukuman mati semestinya sangat besar dibandingkan hasil suatu pencurian. Namun, pertimbangan mengenai sanksi hukum formal bisa mempunyai bobot berbeda bagi pelaku.
Pelaku mungkin menganggap peluang tertangkap kecil. Mereka lebih memikirkan keuntungan langsung daripada konsekuensi di masa depan atau keliru menilai risiko.
Dalam kondisi demikian, besarnya ancaman hukuman menurut hukum, tidak selalu sejalan dengan besarnya risiko yang benar-benar diperhitungkan pelaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: