Runtuhnya Hegemoni Barat, Awal Peradaban Baru Dunia
ILUSTRASI Runtuhnya Hegemoni Barat, Awal Peradaban Baru Dunia.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Isu ekonomi, pendidikan, pengangguran, hingga imigran adalah api dalam sekam di Eropa, yang setiap saat bisa membara dan membumihanguskan Benua Biru tersebut.
AS yang Kalah
Jika Eropa mulai lelah, Amerika Serikat juga mulai kalah. Nilai ekspor Tiongkok sudah lebih tinggi daripada AS meskipun total nilai perdagangan internasional AS tetap yang terbesar di dunia.
Dalam perdagangan bilateral, meski dengan pengenaan tarif bea masuk yang tinggi, AS tetap mencatat defisit transaksi perdagangan dengan Tiongkok. Dan, saat ini nilai perdagangan internasional RRT terus mengejar dan siap menyalip AS.
Mulai goyah dalam hegemoni ekonomi, AS juga tak lagi digdaya secara militer. Berniat membantu Israel menghancurkan Iran, AS gagal total.
Perang dengan Iran sejak akhir Februari tahun ini tak kunjung berbuah kemenangan. Bahkan, berkali-kali AS dipaksa untuk gencatan senjata dan menandatangani kesepakatan damai, meski berkali-kali juga AS dan Israel mengkhianati.
Amerika Serikat lelah tidak saja dengan musuh-musuhnya, tetapi juga dengan sekutu mereka sendiri. Ajakan Donald Trump agar NATO ikut membantu perang melawan Iran tak bersambut.
AS dan Israel menyerang Iran yang dibalas dengan sangat keras dengan rudal canggih berbiaya murah yang menghunjam berbagai wilayah di Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.
Situasi geopolitik di Timur Tengah juga makin panas pasca-serangan Houthi ke Arah Saudi. Sementara itu, Suriah di bawah pemerintahan baru Ahmad Al Shara menjadi pedang bermata dua. Suriah bisa menjadi sekutu baru AS, tetapi tampaknya akan keukeuh melawan Israel hingga dikembalikannya wilayah Dataran Tinggi Golan.
Di tengah berbagai dinamika terebut, kita masih melihat genosida dan perluasan wilayah secara ilegal Israel di Gaza dan Tepi Barat, Palestina. Palestina, satu-satunya negara anggota PBB yang belum berdaulat penuh dan merdeka.
Tata Dunia Baru
Tata dunia baru segera tercipta, bahkan mungkin sebelum satu abad pasca-Perang Dunia II. Dalam setiap zaman, peradaban manusia selalu mencari keseimbangan baru dan unilateralisme dengan satu kelompok yang menguasai dunia akan bergeser menjadi multilateralisme, di mana ada dua kekuatan atau lebih yang memainkan peran dalam tata kelola peradaban manusia di dunia.
Kira-kira tata dunia baru itu akan seperti ini. Amerika Serikat tetap menjadi kekuatan utama ekonomi dan militer dunia, tetapi kekuasaannya telah dibagi dengan negara-negara Eropa Barat (termasuk Inggris), Tiongkok, dan Rusia. AS tetap menjadi sekutu utama negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar. Namun, Tiongkok tetap memegang pasokan minyak mentah dari Iran.
Selat Hormuz akan tetap sepenuhnya berada dalam kendali Iran. Rusia dan Ukraina pada akhirnya akan berdamai meski Krimea tetap berada menjadi wilayah Rusia (de facto).
Israel dan Palestina akan menjadi dua negara merdeka meski kondisi Palestina tidak akan jauh berbeda dari saat ini. Konflik ke depan yang akan menarik di Timur Tengah adalah ketika Suriah mulai ribut untuk menguasai kembali Dataran Tinggi Golan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: