Tut Wuri Handayani
ILUSTRASI Tut Wuri Handayani.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Peran pendidik yang hakiki adalah memaksimalkan kemampuan belajar peserta didik supaya dapat mengatasi tantangan masa depan.
Kunci utama cara memampukan peserta didik untuk belajar adalah melalui pembentukan kemampuan berpikir logis atau bernalar untuk pendidikan dasar, kemampuan berpikir analitis dan sistematik untuk pendidikan menengah, dan kemampuan berpikir kritis untuk pendidikan tinggi.
Pendidik memampukan (enabling) peserta didik untuk berpikir dan bernalar sesuai dengan kapasitas masing-masing. Pendidik seyogianya melakukan identifikasi awal potensi diri setiap peserta didik agar supaya proses memampukannya efektif.
Untuk mewujudkan Tut Wuri Handayani, dibutuhkan para pendidik yang secara penuh waktu mendedikasikan dirinya untuk memampukan para peserta didik dengan keberagaman yang sangat tinggi.
Tugas para pendidik akan menjadi sangat berat dan tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan penuh pemerintah, baik secara finansial maupun regulasi.
Pemerintah seyogianya menganggarkan belanja pendidikan sebesar 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan sebagian besar belanja tersebut diperuntukkan bagi gaji pendidik dan beasiswa peserta didik baik di lembaga pendidikan negeri maupun swasta.
Tidak ada perbedaan antara lembaga pendidikan negeri dan swasta karena fungsinya sama, yaitu memampukan peserta didik, sehingga Indonesia menjadi negara maju.
Untuk memaksimalkan kinerja pendidik, pemerintah seyogianya menderegulasi sejumlah peraturan yang memberatkan dan mengekang pendidik untuk berinisiatif dan berinovasi dalam memampukan peserta didik. Pendidik seyogianya diberi kepercayaan penuh dan disejahterakan. (*)
*) Satryo Soemantri Brodjonegoro adalah guru besar emeritus teknik mesin ITB dan Dirjen Dikti (1999–2007).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: