Proyeksi IHSG Pekan Ini, Bergerak Mixed
Seorang perempuanberdiri di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026).-Adrean-Bloomberg
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sepekan terakhir, 19–23 Oktober 2026, pada posisi 5.439. Angka tersebut menguat 4,90 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Namun, di tengah tren positif tersebut, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih (net outflow) hingga mencapai Rp8 triliun di pasar reguler.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mengatakan bahwa laju IHSG selama sepekan ditopang oleh kombinasi sentimen global dan domestik.
Dari ranah global, kondisi moneter relatif terkendali meski Bank Sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75–4,00 persen, yang diikuti langkah serupa oleh Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Jepang (BoJ).
BACA JUGA:Sinyal IHSG Rebound! Intip Rekomendasi Saham Cuan AI IPOT Minggu Ini
BACA JUGA:IHSG Tertekan usai Keputusan MSCI, Said Abdullah: MSCI Bukan Nabi, Jangan Monopoli Kebenaran
"Pelaku pasar mulai mengantisipasi kestabilan imbal hasil (yield) US Treasury jangka panjang, meskipun data tenaga kerja AS yang solid terus menopang penguatan dolar AS," kata David kepada Harian Disway Senin, 26 Oktober 2026.
Selain sentimen moneter, dinamika harga minyak mentah dan isu geopolitik turut mewarnai pergerakan pasar. Risiko ketegangan di Timur Tengah serta gangguan pada East–West Pipeline milik Saudi Aramco sempat membayangi pasokan minyak.
Namun, dimulainya negosiasi terkait Selat Hormuz memberikan stabilitas parsial pada harga minyak Brent dan WTI, yang pada akhirnya meredakan tekanan inflasi secara bertahap.
Dari dalam negeri, kebijakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen menjadi penopang utama stabilitas rupiah dan kendali inflasi. Cadangan devisa Indonesia yang kokoh sebesar USD146,5 miliar juga dinilai efektif meredam gejolak eksternal.
BACA JUGA:Fakta-Fakta IHSG Anjlok 11,57 Persen, Trading Halt hingga Rencana Perubahan Status MSCI
BACA JUGA:IHSG Anjlok 8 Persen, BEI Bekukan Sementara Perdagangan Saham
Di sisi lain, isu investability, keterbukaan kepemilikan saham, porsi free float, dan perlindungan investor ritel terus menjadi sorotan institusi global. Utamanya, dalam menentukan bobot alokasi portofolio.
Memasuki pekan ini, 26–30 Oktober 2026, pergerakan IHSG diprediksi akan banyak terpengaruh oleh penantian investor atas arah kebijakan The Fed. Serta, rilis laporan keuangan kuartal III-2026 dari emiten-emiten big caps.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: