Era Baru Demokratisasi Sastra Digital
ILUSTRASI Era Baru Demokratisasi Sastra Digital.-MAULANA PAMUJI GUSTI-HARIAN DISWAY-
Sastra digital bergerak sangat cepat dan revolusioner karena mempunyai interaktivitas dan aksesibilitas sehingga meruntuhkan hal-hal yang menjadi pembatas. Sastra diproduksi dan didistribusikan secara digital serta menjadi budaya populer. Misalnya, sastra di Wattpad, Webtoon, Fizzo Novel, Instagram, X, dan TikTok.
Platform sastra tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga bertransformasi menjadi dunia kreatif bagi pencipta dan penikmat sastra. Salah satu cirinya adalah ruang baru untuk berinteraksi aktif, yaitu melibatkan partisipasi pembaca.
Kemajuan teknologi menciptakan ruang baru sastra yang dapat dibaca melalui vertical scroll atau usap ke atas dan paling nikmat dibaca sambil rebahan santai atau sebelum tidur. Ruang baru sastra berada dalam satu genggaman melalui layar smartphone dan jempol tangan.
Kemudahan akses dan cara menikmati sastra menjadi lebih mudah sehingga ruang baru itu disebut sebagai era baru demokratisasi sastra. Partisipasi pembaca dalam serial komik Webtoon, misalnya, mempunyai karakteristik yang khas dan dinamis. Interaksinya membangun hubungan antara pencipta (komikus) dengan pembaca secara dua arah dan saling memengaruhi.
BACA JUGA:Sastra Digital Melalui Video Animasi Cerita Pendek: Kreativitas di Era Modern
BACA JUGA:Merawat Pendidikan Sastra di Tengah Gempuran Dunia Industri
Pembaca Webtoon tidak hanya pasif, tetapi terlibat dalam perjalanan cerita melalui kolom komentar yang memungkinkan pembaca menyampaikan respons secara langsung setelah membaca serial tertentu.
Diskusi antar pembaca berlangsung melalui fitur itu sebagai umpan balik yang dapat digunakan oleh pengarang untuk mengembangkan karakter tokoh dan jalan cerita. Partisipasi pembaca menjadi algoritma ekonomi sehingga pembaca dapat segera membeli koin untuk episode lanjutan. Iklan, rating, dan like menentukan pendapatan ekonomi.
Interaksi dengan pembaca adalah upaya mencari ide bagi kerja kreatif yang berkelanjutan. Sebab, plot cerita juga mempertimbangkan pendapat pembaca. Tanggapan pembaca memengaruhi keputusan pengarang untuk menentukan karakter tokoh di episode berikutnya melalui respons umpan balik.
Ruang baru bagi demokratisasi sastra dapat dilihat dari kebebasan pengarang untuk mengunggah karyanya. Pilihan jalur kepengarangan Webtoon canvas (independen) dan Webtoon original. Webtoon canvas memberikan kebebasan pengarang tanpa kurasi untuk mengunggah kreativitas.
Komikus memiliki hak cipta, bertanggung jawab mandiri, dan tidak ada perjanjian kontrak dengan pihak editor platform. Sedangkan Webtoon original adalah jalur kepengarangan yang mengikat melalui kontrak perjanjian dengan platform, tetapi tetap ada pengakuan hak atas kepengarangan.
Pihak editor platform ikut terlibat dalam penulisan karya yang disesuaikan dengan kondisi pasar dan selera pembaca. Meski sifatnya demokratis, Webtoon mempunyai kebijakan dalam pembuatan konten dan kode etik, di antaranya, terkait perundungan atau cyberbullying, ujaran kebencian, dan konten dewasa.
Ruang baru untuk berinteraksi juga terdapat pada puisi digital di TikTok yang mudah diakses dan memiliki banyak penggemar. Konten-konten yang diunggah dapat berupa video pendek dan foto-foto serta menggunakan fitur yang disediakan TikTok.
Akun @suarasoares mengunggah video kehidupan keseharian di kota besar yang diiringi musik dan puisi. Partisipasi aktif dapat dilihat dari komentar pembaca melalui balasan puisi dan saran untuk menampilkan topik tertentu pada konten selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: