Menjelajah Lautan Teduh (36): Bakti Sosial yang Menyentuh Hati
KOMANDAN SATGAS Terpadu Port Visit 2026 Kolonel Laut (P) Benedictus Beny Murwanto (dua dari kanan) ketika mengunjungi kelas 5 dan 6 di SD White River. Rizkya Dwijayanti terlihat bersemangat mengajak para siswa berinteraksi.-SATGAS TERPADU PORT VISIT 2026-
Bakti sosial yang dilakukan Satgas Terpadu Port Visit 2026 memang menyentuh langsung ke masyarakat yang mereka kunjungi. Tidak hanya menyentuh fisik dan fasilitas infrastruktur. Melainkan juga menyentuh hati. Lebih mengena.
KESIBUKAN itu terasa di kawasan White River, Honiara, Kepulauan Solomon, Senin, 19 Oktober 2026. Anggota satgas yang berpakaian combat suit—doreng hitam-putih-kelabu—mirip dengan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Layar TNI-AL, sudah mondar-mandir di tempat tersebut. Yang mereka tuju adalah lapangan basket yang berdekatan dengan SD White River.
Sejumlah perkakas dibawa oleh anggota satgas yang terdiri atas unsur TNI, mahasiswa, hingga dosen tersebut. Sebut saja, cat, cangkul, kuas, hingga peralatan pertukangan. Maklum, tugas mereka memang cukup ’’berat.’’ Yakni merenovasi lapangan basket tersebut.
Lapangan itu terlihat usang. Tanpa cat. Hanya semen kelabu yang menambah kesan tuanya. Ring basketnya pun terlihat berkarat. Papan pantulnya berlubang.
BACA JUGA:Menjelajah Lautan Teduh (35): Pertandingan Persahabatan di Gedung Persahabatan
BACA JUGA:Mahasiswa Untag Surabaya Pelajari Praktik Komunikasi Publik Saat Jalani Magang di Diskominfo Jatim
Inilah tugas Subsatgas Bakti Sosial yang dipimpin Kapten Laut (P) Sigit Prajati hari itu: membuat lapangan tersebut kembali layak pakai. Agar bisa digunakan oleh anak-anak di sekitar areal tersebut.
Dan hari itu, Komandan Satgas Terpadu Port Visit 2026 Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto ikut datang ke lokasi bakti sosial itu. Ia didampingi Wadan Satgas Leonardus F. Hutabarat dan Koordinator Umum Johanna Novita. Bersama mereka, ada juga dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945, Rizkya Dwijayanti.
Sembari menunggu tim baksos bekerja, juga menunggu agenda lain, mereka mengunjungi SD White River yang terletak di dekat lapangan basket tersebut. Adalah Javie Lalao, kepala sekolah tersebut, yang menyambut. Dengan tangan terbuka.
Bahkan, pada pimpinan satgas tersebut diberi kesempatan untuk masuk ke kelas. Yang mereka tuju adalah kelas 5 dan 6 pada sekolah yang berdinding kayu tersebut. Kebetulan, kelas tersebut diampu oleh Lalao.

FOTO BERSAMA para siswa dan guru SD White River setelah bakti sosial, Senin, 19 Oktober 2026.-SATGAS TERPADU PORT VISIT 2026-
’’Kami mengenalkan tentang misi kemanusiaan satgas, tentang KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 yang sedang bersandar di Indonesia, juga tentang Indonesia,’’ ucap Rizkya.
Memang, Rizkya kerap berbicara tentang betapa besarnya Indonesia pada empat negara yang dikunjungi satgas. Tidak hanya dari luas wilayah dan jumlah pulaunya. Tetapi tentang betapa beragamnya Nusantara. ’’Indonesia is a big country. Indonesia is colorful,’’ kata Rizkya di depan para siswa.
Sebagai dosen yang sebelumnya lama berkarir sebagai guru TK, Rizkya juga pandai membawakan suasana. Dia tak segan mengajak para siswa bernyanyi. ’’Good morning, good morning and how are you…,” nyanyinya. Para siswa pun menyahut, ’’I’m fine!”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: