Microsoft Tolak Kesepakatan AI, Rencana IPO Nscale Senilai USD35 Miliar Terancam
Logo Microsoft yang terpasang dalam sebuah gedung.--Logo Love Design
HARIAN DISWAY – Microsoft menolak opsi kerja sama bernilai puluhan miliar dolar dengan perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) asal Inggris, Nscale. Keputusan tersebut menjadi tantangan baru bagi ambisi perusahaan yang didukung Nvidia itu untuk melantai di bursa saham Amerika Serikat (AS) dengan target valuasi hingga USD35 miliar.
Penolakan tersebut berkaitan dengan rencana perluasan kontrak penyewaan kapasitas komputasi di pusat data Nscale yang berlokasi di Ward County, Texas. "Microsoft menolak opsi untuk meningkatkan kapasitas sewa lebih dari dua kali lipat dari kesepakatan yang sudah ada," tulis Financial Times pada 5 November 2026.
Rencana ekspansi itu diperkirakan mencakup sekitar 500 megawatt (MW) kapasitas komputasi tambahan. Nilai potensial kerja sama tersebut mencapai puluhan miliar dolar AS.
Reuters melaporkan bahwa informasi tersebut berasal dari pemberitaan Financial Times yang mengutip sejumlah orang yang mengetahui persoalan tersebut. Namun, Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi laporan itu secara independen.
BACA JUGA:AI Microsoft Sukses Analisis Kasus Medis Kompleks hingga 83,2 Persen, Lebih Akurat dari Dokter!
BACA JUGA:AS Bekukan Akses Microsoft ke Program Green Card, 7 Perusahaan Teknologi Terdampak
Nscale Harus Mencari Pelanggan Baru
Penolakan Microsoft membuat Nscale harus mencari pelanggan lain untuk memanfaatkan kapasitas pusat data yang direncanakan. Jika tidak, perusahaan berisiko kehilangan potensi pendapatan miliaran dolar dari proyek tersebut.
Rencana pengembangan di Texas mencakup fasilitas milik Nscale dengan kapasitas sekitar 500 MW. Selain itu, terdapat proyek pusat data berkapasitas sekitar 700 MW di lokasi berdekatan yang dikembangkan bersama perusahaan penambangan kripto Ionic Digital.
Opsi kerja sama yang ditolak Microsoft dilaporkan berkaitan dengan sekitar 500 MW kapasitas di lokasi milik Nscale. Sementara itu, Nscale masih berupaya mendapatkan pelanggan untuk proyek-proyek pengembangan lainnya.
Perusahaan tersebut telah menjalin kesepakatan dengan sejumlah pelanggan, termasuk perusahaan robotika Figure. Nscale juga sedang mencari mitra tambahan untuk mendukung ekspansi infrastrukturnya.
BACA JUGA:Microsoft Dikabarkan Pertimbangkan Pisahkan Xbox, Elder Scrolls dan Fallout Ingin Dipercepat
BACA JUGA:OpenAI dan Microsoft Digugat Seattle Times serta Newsday soal Hak Cipta di New York
Tekanan Menjelang Penawaran Saham Perdana
Keputusan Microsoft muncul ketika Nscale tengah mempersiapkan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di AS. Perusahaan menargetkan valuasi sekitar USD35 miliar dalam rencana pencatatan saham tersebut.
Namun, minat investor terhadap perusahaan penyedia infrastruktur AI mulai menghadapi tekanan. investor semakin memperhatikan besarnya utang yang digunakan untuk membangun pusat data, kebutuhan modal yang tinggi, serta kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan untuk menutup biaya investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: