Konsumsi Air pada Data Center AI Semakin Mengkhawatirkan, Pakar ITS Ingatkan Dampaknya
Ilustrasi tampilan ruang pengadaan data center untuk AI--Bisnis Tekno
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Berembus kabar tentang rencana pembangunan data center untuk artificial intelligence (AI) di Indonesia.
Data center tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap ketersediaan air dan energi. Pada 5 November 2026, pakar lingkungan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Ir Joni Hermana MScES PhD menanggapi fenomena tersebut.
Ia menekankan urgensi dampak lingkungan dari ekspansi itu sejak tahap perencanaan. Joni menjelaskan bahwa data center untuk AI harus beroperasi selama 24 jam tanpa henti.
Itu dilakukan untuk menjaga keberlangsungan layanan. Selain membutuhkan pasokan listrik yang stabil, fasilitas tersebut juga memerlukan air. Fungsinya untuk menjaga suhu perangkat agar tetap optimal.
BACA JUGA:Wujudkan Desa Ramah Lingkungan, Mahasiswa ITS Juarai Mandaya Awards
“Artinya, untuk menyokong infrastruktur tersebut, pasokan air maupun listrik tidak boleh berhenti,” ujarnya.

Pakar lingkungan ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD menjelaskan mengenai neraca air terkait rencana pembangunan data center untuk AI di Indonesia.--ITS Media Centre
Menurut Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ITS tersebut, kebutuhan air perlu dicermati. Karena data center bukan satu-satunya sektor yang bergantung pada sumber daya air.
Di tengah kebutuhan domestik, industri, dan pertanian, penambahan konsumsi air untuk operasional data center tentu memiliki dampak mencemaskan.
Hal itu berpotensi memperbesar tekanan terhadap pasokan yang tersedia. Lebih lanjut, Joni turut menyoroti bahwa kebutuhan air data center tidak dapat dinilai hanya berdasarkan rata-rata ketersediaan pasokan tahunan.
BACA JUGA:Transformasi Layanan Inovatif Antarkan Perpustakaan ITS Raih Dua Penghargaan Nasional
BACA JUGA:Siapkan Generasi Tangguh, ITS Bekali 1.000 Siswa dengan Mitigasi Bencana
Menurutnya, perhitungan juga perlu mempertimbangkan perubahan ketersediaan air pada musim kemarau. Karena kebutuhan air masyarakat turut meningkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: