Perampokan-Pembunuhan Istri Pengacara Indramayu: Pelaku Sangat Kejam

Perampokan-Pembunuhan Istri Pengacara Indramayu: Pelaku Sangat Kejam

ILUSTRASI Perampokan-Pembunuhan Istri Pengacara Indramayu: Pelaku Sangat Kejam.-MAULANA PAMUJI GUSTI-HARIAN DISWAY-

Rumah mewah keluarga pengacara Dudung Badrun, 66, di Desa Kalianyar, Indramayu, Jabar, dirampok, Senin, 2 November 2026. Istri Dudung, Hj Komariah, 45, tewas. Mayatnyi hangus dalam mobil milik korban yang ditemukan warga di Desa Cikawung, Indramayu.

PELAKU dua pria (FSS, 31, dan NW, 28) sudah ditangkap polisi. Mereka tetangga korban. Bahkan, rumah pelaku utama FSS berjarak satu rumah dengan rumah mewah milik korban.

Dudung Badrun kepada wartawan, Rabu, 4 November 2026, menceritakan konstruksi perkara. Ia dan Komariah punya empat anak. Namun, pada saat kejadian, semua anak sekolah dan Dudung bekerja. Korban sendirian di rumah.

Senin, 2 November 2026, sekitar pukul 05.30 WIB, Komariah minta izin Dudung, hari itu dia akan belanja ke Sukabumi bersama teman pengajian ibu-ibu, Ny Jainal. Katanyi, ada diskon besar-besaran di supermarket di Sukabumi.

BACA JUGA:Perampokan Disertai Pembunuhan di Lampung, Anomali: Bunuh Dulu, Baru Rampok

BACA JUGA:Investigasi Polisi di Perampokan-Pembunuhan di Jagapura, Cirebon: DNA pada Puntung

Dudung: ”Ibu lalu saya beri Rp3,5 juta buat belanja bersama Ibu Jainal. Lalu, satu per satu anak-anak kami berangkat sekolah.”

Sekitar pukul 07.30 hari itu juga Dudung bersiap berangkat kerja. Saat itu Komariah duduk di teras rumah, menunggu kedatangan Ny Jainal. Lalu, Dudung berangkat kerja.

Sekitar pukul 14.00 anak bungsu Noval tiba di rumah sepulang sekolah. Ia masuk pagar halaman dan merasa aneh. Sebab, gorden jendela tertutup rapat. Biasanya sepanjang pagi sampai petang gorden selalu terbuka. Ia membuka pintu, ternyata terkunci. Ia menggedor pintu, tanpa balasan dari dalam rumah.

Dudung: ”Anak saya menunggu di teras. Sampai ketiduran di situ. Sampai tiba magrib, anak saya melapor ke rumah pamannya yang tak jauh dari ini. Lalu, paman dan bibinya datang ke rumah ini, membuka paksa pintu rumah.”

BACA JUGA:Perampokan-Pembunuhan di Rumah Dokter di Aceh: Pelaku Serampangan

BACA JUGA:Perampokan-Pembunuhan Pengacara di Cilacap: Pelaku Rencanakan Matang

Di dalam rumah, tampak darah berceceran di lantai. Pintu kamar dibuka, tampak isi lemari berantakan ke lantai. 

Dudung: ”Pamannya menelpon saya, memberi tahu itu. Saya minta ia segera telepon polisi. Kemudian, saya dikabari, polisi memeriksa TKP. Komariah dan mobilnya, Mitsubishi Xpander putih (bernomor polisi E 1766 RV, Red), tidak di rumah. Polisi mencurigai terjadi perampokan.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: