Tarikan Busur Luhur Pambudi di PDAM Sidoarjo

Tarikan Busur Luhur Pambudi di PDAM Sidoarjo

Dirut Perumda Delta Tirta Sidoarjo Luhur Pambudi Mulyono menyampaikan sambutan di acara Penyusunan Renbis 2027-2031 yang dihadiri Bupati Sidoarjo Subandi, Kamis, 5 November 2026.-Perumda Delta Tirta Sidoarjo-Perumda Delta Tirta Sidoarjo

SIDOARJO, HARIAN DISWAY - Dua bulan pertama menjabat, Direktur Utama Perumda Delta Tirta Luhur Pambudi Mulyono jarang muncul di media. Rupanya Luhur memilih menarik busur dalam-dalam. Menyiapkan amunisi rencana bisnis jangka panjang.

Hasil tarikan busur itu akhirnya dilepas, Kamis, 5 November 2026. Dalam forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Bisnis (Renbis) 2027-2031 di lobi kantor PDAM. Yang lokasinya di samping rel kereta itu.

Lewat konsultasi publik, rencana bisnis tidak dirancang sepihak di atas meja. Masukan masyarakat diserap. Hasilnya lebih demokratis dan sesuai realita di lapangan.

Bupati Sidoarjo Subandi hadir mendengar paparan itu secara langsung. Sampai acara selesai. 

Jajaran pejabat pemkab, perwakilan masyarakat, hingga anggota DPRD Sidoarjo ikut menyimak di ruangan.

Tingka Kebocoran Air Tembus 41 Persen

Ada pekerjaan rumah (PR) raksasa yang harus dihadapi Luhur dan jajaran direksi yang baru: Non-Revenue Water (NRW). Alias tingkat kebocoran air.

BACA JUGA:Bupati Subandi Kawal Rencana Bisnis Perumda Delta Tirta Sidoarjo 2027-2031

BACA JUGA:Jejak Tegak Dwi Hary di Delta Tirta Sidoarjo

NRW adalah selisih antara volume air yang diproduksi dengan air yang benar-benar terbayar oleh pelanggan.

Sederhananya: air yang menguap tanpa jadi rupiah. Bisa karena pipa tua yang bocor di dalam tanah (kebocoran fisik), meteran rusak, pencurian air, hingga kesalahan pencatatan data (kebocoran komersial).

Di Sidoarjo, angka NRW menembus 41 persen setelah dilakukan pemutakhiran data. Ini tugas super berat.  

Bayangkan. Hampir separuh air bersih hasil olahan Delta Tirta hilang begitu saja di tengah jalan. Tidak sampai ke keran warga.

Tidak masuk ke kas perusahaan. Padahal memproses air sungai menjadi air bersih butuh biaya kimia dan listrik yang mahal.

Itulah mengapa menurunkan NRW jadi tugas paling berdarah-darah bagi PDAM di mana pun.

Mengobati NRW berarti harus membongkar pipa tua di bawah tanah, memberantas pencurian air, hingga mengganti puluhan ribu meteran rusak.

Problem itu makin pelik karena Sidoarjo masih defisit produksi. Kapasitas terpasang saat ini 2.175 liter per detik.

Kebutuhan ideal saat ini mencapai 3.000 liter per detik. Rata-rata konsumsi warga mencapai 17,24 meter kubik per bulan.

BACA JUGA:Luhur Pambudi Resmi Jadi Dirut PDAM Sidoarjo, Hadapi Problem Jaringan dan Pelayanan

BACA JUGA:PDAM Sidoarjo Resmi Terima Sertifikat Halal dari UMSIDA

Bupati Subandi memahami kerumitan itu. PDAM tidak bisa berjalan sendirian. Subandi pasang badan mendukung perombakan total.

"Saya berharap Perumda Delta Tirta menyiapkan mapping yang jelas. Selain menambah pelanggan, PDAM harus memastikan produksi, jaringan distribusi, hingga penyelesaian kendala di lapangan," tegas Subandi.

Subandi juga meminta sistem terintegrasi secara digital. Data kinerja Delta Tirta wajib masuk dashboard pemkab. "Sehingga kita bisa pantau wilayah mana yang bocor, wilayah mana yang membutuhkan jaringan serta kebutuhan apa yang harus segera dipenuhi," ujar Subandi.

Luhur membeberkan jurus untuk menjawab tantangan berat itu. Data, kendala, dan strategi  dipresentasikan di depan bupati.

Untuk menutup defisit produksi, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kedunguling bakal dioptimalkan pada 2027. IPA baru di Kecamatan Taman berkapasitas 300 liter per detik juga disiapkan.

Urusan pipa bocor dan jaringan bermasalah ditangani bertahap. Penurunan NRW digarap bersamaan dengan pembenahan ribuan sambungan eksisting.

"Semua perbaikan ini dilakukan agar layanan air bersih di Kota Delta merata dan berkelanjutan," tambahnya.


Bupati Sidoarjo Subandi menghadiri penandatanganan kerjasama Perumda Delta Tirta dan BPR Delta Artha untuk skema pembiayaan bagi pelanggan, Kamis, 5 November 2026-Kominfo Sidoarjo-

Target 90 Ribu Pelanggan Baru, Gandeng BPR Delta Artha

Sisi komersial ikut digenjot. Delta Tirta menggandeng BPR Delta Artha untuk memberi skema pembiayaan calon pelanggan.

Sebanyak 40.621 pelanggan non-aktif dan 22 ribu pelanggan yang nunggak pembayaran bakal ditata ulang. Keringanan dari pemerintah akan diperjuangkan.

Target besarnya dipatok. Sampai akhir 2026 ini minimal tambah 2.000 pelanggan baru.

"Lalu menuju 2031, kami menargetkan 90 ribu pelanggan baru," kata Luhur.

Tarikan busur dua bulan itu sudah jelas. Rencana bisnis diuji publik. Hasilnya bulat. Bupati siap mengawal. BPR Delta Artha siap mengucurkan modal. Alasan apalagi yang kurang? Tinggal kerja, kerja, kerja! (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: