Penanganan Sampah di Sidoarjo Belum Optimal, Ini Solusinya!

Penanganan Sampah di Sidoarjo Belum Optimal, Ini Solusinya!

Bupati Sidoarjo Subandi memimpin rapat pengelolaan sampah di TPS 3R, di Ruang Delta Wicaksana, Setda Sidoarjo, Rabu, 22 April 2026.-Eko Setyawan-Harian Disway

SIDOARJO, HARIAN DISWAY - Penanganan sampah di Kabupaten Sidoarjo dinilai belum optimal. Berbagai faktor melatarbelakangi persoalan itu.

Terbaru, seperti yang terjadi di tiga desa di Kecamatan Tanggulangin. Yakni, Desa Ketegan, Kebaron, dan Kepadangan. 

Ketiga wilayah itu rupanya menghadapi kendala serupa. Misalnya, minimnya petugas kompeten dan iuran pengangkutan sampah yang dinilai memberatkan petugas Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Pejabat desa bersama Badan Perwakilan Desa (BPD) ketiga wilayah tersebut lantas wadul ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

BACA JUGA:Peringati Hari Bumi, Pertamina EP Sangatta Tanam 333 Pohon

BACA JUGA:Menkeu Purbaya Copot Dua Dirjen Kemenkeu, Tiga Jabatan Strategis Kini Kosong

Bupati Sidoarjo Subandi merspon secara langsung. Hingga menemui mereka dalam agenda rapat di Ruang Delta Wicaksana, Sekretariat Daerah (Setda) Sidoarjo, Rabu, 22 April 2026.

Mendengar paparan mereka, Subandi segera memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk intens mendampingi. 

"Jika persoalannya sudah di-mapping, segera tindaklanjuti," tegas Subandi di sela rapat bersama rombongan tiga desa, dan didampingi Arie Prabowo, Camat Tanggulangin, dan Arif Mulyono, Plt. Kepala DLHK Sidoarjo.

Hasil rapat mengungkap akar permasalahannya. Seperti, manajemen pengelolaan yang belum rapi. Meski pun masyarakat membayar iuran Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per bulan. 

Namun, alokasi dana untuk honor petugas dan operasional transportasi sering tidak jelas. Dampaknya, layanan tidak optimal.

BACA JUGA:Kejati Jatim Geledah Lagi Kantor ESDM, Dalami Kasus Dugaan Korupsi Izin Tambang

BACA JUGA:Hakim Tolak Eksepsi 6 Terdakwa Korupsi PT Pelindo, Sidang Lanjut ke Tahap Pembuktian

Lebih lanjut, Subandi kembali mengingatkan bahwa penanganan sampah adalah tanggung jawab kolektif. "Ini perang bersama. Kalau kita abai, lingkungan yang tercemar, kita juga yang rugi," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: