Presiden Paraguay Pena Dimakzulkan, Jadi Tahanan Rumah Lantaran Perbankan Kolaps
Presiden Paraguay Santiago Peña menyampaikan pesan kepada rakyat Paraguay lewat video yang diunggah di X, Kamis, 5 November 2026,saat menyatakan mundur akibat krisis Ueno Bank.-SantiPenap-X
HARIAN DISWAY – Senat Paraguay memakzulkan Presiden Santiago Peña pada Jumat, 6 November 2026, dengan dukungan 44 dari 45 senator. Beberapa saat kemudian, Peña ditempatkan dalam tahanan rumah terkait kolapsnya Ueno Bank, sementara Wakil Presiden Pedro Alliana dilantik menggantikannya.
Pemungutan suara itu membuat Peña kehilangan kekebalan hukum. Ia dijadwalkan hadir di kantor kejaksaan di Asunción pada Sabtu pagi, 7 November 2026. Menurut jaksa Christian Benítez, Peña tetap berada di rumah hingga hakim menentukan tempat penahanannya selama proses pidana berjalan.
Jaksa menyebut dugaan yang diselidiki mencakup pelanggaran amanah, perdagangan pengaruh, dan penyalahgunaan dana.
Peña sebenarnya telah menawarkan pengunduran diri pada Kamis, 5 November 2026. Namun, Senat memilih menuntaskan pemakzulan alih-alih menerimanya.
BACA JUGA:Partai Demokrat Siapkan Gelombang Regulasi AI, Ambisi Pusat Data Trump Terancam
BACA JUGA:Republik Gagal Rebut Satu Kursi Pun di Senat, Demokrat Menang Telak di Pemilu Sela AS
Ia tidak hadir dalam sidang, tetapi diwakili tim hukumnya setelah permintaan perpanjangan waktu 72 jam untuk menyiapkan pembelaan ditolak.
Dakwaan pemakzulan menuduh Peña memiliki konflik kepentingan, memanipulasi pengawasan regulasi, mengalihkan dana pensiun, dan terlibat dalam upaya menutup-nutupi di bank sentral. Ia hingga tahun lalu merupakan pemegang saham perusahaan induk Ueno.
Jaksa Agung Emiliano Rolón Fernández membuka tiga kasus pidana terkait pengawasan Ueno dan penempatan dana publik di bank itu.
Jaksa juga menerbitkan surat perintah penangkapan untuk Carlos Carvallo, kepala bank sentral yang memimpin Ueno hingga 2023 dan telah mengundurkan diri. Delapan mantan eksekutif Ueno sudah ditahan.
BACA JUGA:Sahkan Pakta Pertahanan Makkah, Turki bersama Arab Saudi dan Pakistan Terikat Aliansi Militer
BACA JUGA:Trump Hentikan Bantuan Militer ke Israel Mulai 2027, Sebut Netanyahu Sudah Sepakat
Pembelaan Peña
Peña membantah melakukan kesalahan. "Tidak pernah ada niat saya untuk mengkhianati kepercayaan yang Anda berikan kepada saya," ujarnya dalam video yang beredar di X.
Pengacaranya, Ricardo Preda, menyebut tuduhan itu sebagai langkah yang sembrono. "Tidak bertanggung jawab dan oportunistis,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: