PT Bank OCBC NISP Tbk atau OCBC terus memperkuat layanan wealth management guna menjadi mitra jangka panjang bagi nasabah individu maupun korporasi. Penguatan ini dilakukan melalui layanan yang lebih terintegrasi, relevan, dan mudah diakses berbagai segmen masyarakat Indonesia. Langkah tersebut sejalan dengan aspirasi perusahaan “Larger Scale, Deeper Expertise, Greater Impact” untuk membantu nasabah mengelola, melindungi, dan mengembangkan aset secara berkelanjutan.
OCBC mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis wealth management yang mencakup obligasi, reksa dana, asuransi, dan emas. Dalam periode 2022 hingga Desember 2025, bisnis ini tumbuh dengan CAGR sebesar 29% hingga melampaui Rp120 triliun. Transformasi digital juga mendorong peningkatan transaksi wealth melalui kanal digital dari 30% pada 2024 menjadi 44% pada 2025. Selain itu, transaksi obligasi digital tumbuh 50% secara tahunan dengan volume meningkat 89%.
Direktur OCBC, Johannes Husin mengatakan, nasabah kini membutuhkan mitra yang mampu mendukung pertumbuhan aset jangka panjang melalui layanan yang terintegrasi dan berbasis kebutuhan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, OCBC menghadirkan layanan NYALA by OCBC untuk nasabah digital, OCBC Premier Banking dengan dukungan Relationship Manager dan tim wealth management, serta OCBC Private Bank bagi nasabah ultra-high-net-worth.
(Kiri ke Kanan) Personal Banking Segment Head PT Bank OCBC NISP Tbk (“OCBC”), Lauda M
Hananta; Direktur OCBC, Johannes Husin; Premier Banking Segment Head OCBC, Stephanie M
Kristanto; dan Wealth Management Advisory Head OCBC. Didukung ekosistem grup yang mencakup PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Great Eastern Life Indonesia, OCBC menghadirkan solusi finansial yang lebih menyeluruh mulai dari investasi, proteksi, hingga perencanaan wealth lintas generasi. Memasuki usia ke-85, OCBC menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan wealth management yang mampu memberikan nilai tambah nyata bagi nasabah sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.