MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026 digelar di Indonesia dengan mempertemukan seniman dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Memasuki tahun kedua, kompetisi bertema “Strength & Resilience” ini diikuti hampir 2.500 peserta dari tiga negara, dengan 18 karya terpilih untuk bersaing di tingkat regional. Selain kompetisi, karya-karya terpilih juga dipamerkan melalui MR.D.I.Y. Art Exhibition pada 7–21 Oktober 2026 di MR.D.I.Y. Store, Lotte Mall Jakarta. Foto: Raka Denny/Harian Disway
(kiri-kanan, baris belakang) Nasrin Nadhirah binti Suhaidi, Pemenang President Director’s Award Kategori Umum (Malaysia); Edwin Cheah, Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia; Veronica Liana, Pemenang Grand Prize Kategori Umum (Indonesia); Rika Juniaty Tanzil, Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia; Tawich Jittiang, Pemenang Judges Award Kategori Umum (Thailand); dan Hendra Kurniawan, Direktur & VP Retail Management Department MR.D.I.Y. Indonesia.
(kiri-kanan, baris depan) Iklil Ali Bin Ahmad Shukri, Pemenang President Director’s Award Kategori Pelajar dan Mahasiswa (Malaysia); Muhammad Ragib Noer Khasyi, Pemenang Grand Prize Kategori Pelajar dan Mahasiswa (Indonesia); dan Putthimetha Tangkanobol, Pemenang Judges Award Kategori Pelajar dan Mahasiswa (Thailand). Foto: Raka Denny/Harian Disway
Indonesia mencatat prestasi melalui dua seniman yang meraih Grand Prize. Veronica Liana dengan karya Rupa Tan Matra #3 menjadi pemenang kategori Umum, sedangkan Muhammad Ragib Noer Khasyi melalui karya Yang Tersisa Sepulang Kerja (1) meraih Grand Prize kategori Pelajar & Mahasiswa. Penilaian dilakukan dewan juri dari tiga negara dengan mempertimbangkan kreativitas, kualitas artistik, teknik, serta kekuatan narasi karya. Foto: Raka Denny/Harian Disway
Edwin Cheah, Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, mengatakan penyelenggaraan kompetisi di tingkat regional memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat kreativitas dari perspektif yang lebih beragam. Pertemuan seniman dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand diharapkan dapat mendorong ide-ide baru, saling menginspirasi, serta membuka peluang lebih luas bagi seniman Asia Tenggara untuk mendapatkan perhatian di tingkat regional. Foto: Raka Denny/Harian Disway