Dewan Asuransi Indonesia (DAI) memperingati 20 tahun Hari Asuransi dengan mengusung tema “Literasi Asuransi untuk Negeri” dan subtema “Pahami–Miliki–Lindungi”. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) ditunjuk sebagai ketua pelaksana rangkaian kegiatan 2026 yang melibatkan seluruh asosiasi perasuransian. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat asuransi sekaligus mendorong kepemilikan produk perlindungan keuangan. (Foto: Raka Denny/Harian Disway)
Dari kiri ke kanan, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia Yulius Bhayangkara; Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Budi Herawan; Ketua Dewan Pengawas Dewan Asuransi Indonesia Ignasius Jonan; Ketua Bidang Kanal Distribusi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Hengky Djojosantoso; Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Emira E. Oepangat; dan Ketua Panitia Hari Asuransi 2026 Cicilia Nina Triana, dalam rangkaian peringatan 20 tahun Hari Asuransi bertema “Literasi Asuransi untuk Negeri” dengan subtema “Pahami–Miliki–Lindungi”. (Foto: Raka Denny/Harian Disway)
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi asuransi mencapai 42,84 persen, sedangkan inklusinya sebesar 29,55 persen. Angka literasi tersebut turun dari 45,45 persen pada 2025, sementara inklusi meningkat dari 28,50 persen. Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri asuransi nasional mencapai Rp1.200,55 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 2,56 persen secara tahunan. Kondisi ini menunjukkan perlunya memperluas edukasi agar pemahaman masyarakat sejalan dengan penggunaan produk asuransi. (Foto: Raka Denny/Harian Disway)
Literasi asuransi bagi UMKM digelar melalui kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani di tujuh titik, yakni Semarang (dua kali kegiatan), Jakarta, Surabaya, Makassar, Manado, dan Denpasar. Puncak perayaan berlangsung di Jakarta pada 20 Oktober 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan asuransi. (Foto: Raka Denny/Harian Disway)