Partai Golkar ingin memperkuat kekuatan komunikasi politik di media sosial melalui pembentukan pasukan organik. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar Sarmuji mengatakan, kader diharapkan bergerak dalam satu barisan untuk menyebarluaskan konten positif tentang partai dan Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Dengan gerakan masif tersebut, Golkar tidak perlu menyewa buzzer. Ia mencontohkan salah satu konten Bahlil yang telah ditonton sekitar 6 juta kali dengan mayoritas komentar bernada positif. (Foto: Raka Denny/Harian Disway)
Pernyataan itu disampaikan Sarmuji dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) serta Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Kecerdasan Artifisial (AI) Partai Golkar 2026 di Aula Grha Golkar, Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Jumat, 6 November. Menurutnya, konten mengenai Bahlil kerap menjadi viral, meski terkadang mendapat framing tertentu, termasuk terkait isu buruh. (Foto: Raka Denny/Harian Disway)
Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Nurul Arifin mengatakan, kegiatan tersebut mengusung tema "Karya Kekaryaan di Era Kecerdasan Buatan: Transformasi Digital Partai Golkar Menuju Partai Modern". Rakornas dirancang untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi jajaran media serta penggalangan opini Golkar di seluruh tingkatan organisasi. (Foto: Raka Denny/Harian Disway)
Nurul menegaskan, kecerdasan artifisial harus dimanfaatkan secara produktif untuk meningkatkan kualitas kerja kader, mempercepat pengolahan informasi, dan memperkuat komunikasi organisasi. Setelah seminar dan Rakornas MPO pada Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya AI pada Sabtu, 7 November 2026, mulai pukul 07.30 WIB di Garuda Spark Innovation Hub, fX Sudirman, Jakarta. (Foto: Raka Denny/Harian Disway)