Pertamina NRE Jajaki Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Pertamina NRE Jajaki Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Pertamina NRE dan perusahaan Bangladesh menandatangani kerja sama untuk pengembangan energi surya.-Humas Pertamina-

HARIAN DISWAY - Pertamina New and Renewable Energy menjajaki pengembangan sektor energi terbarukan di Bangladesh melalui kerja sama dengan Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd, Mei 2026.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding antara Pertamina NRE dan Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd di Grha Pertamina, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dan Chairman Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd Ziaur Rahman. Kesepakatan itu menjadi langkah awal kedua perusahaan dalam mengeksplorasi peluang investasi dan pengembangan proyek energi bersih di Bangladesh.

Kerja sama tersebut mencakup penjajakan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya atau solar photovoltaic serta peluang kerja sama operasi dan pemeliharaan pembangkit energi terbarukan.

BACA JUGA:Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Migas Triwulan I

BACA JUGA:Pertamina Kembali Gelar Pertamina Goes to Campus 2026 di Lima Kota

Kolaborasi ini juga dinilai menjadi bagian dari upaya percepatan transisi energi global sekaligus memperkuat kerja sama regional dalam sektor energi berkelanjutan.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan kerja sama tersebut mencerminkan keseriusan Pertamina dalam memperluas pengembangan energi hijau hingga ke tingkat internasional.

“Di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, kolaborasi ini menjadi momentum penting dan langkah strategis bagi pengembangan bisnis energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan di Bangladesh,” ujar John Anis.

Menurutnya, Bangladesh menunjukkan kepercayaan terhadap pengalaman dan kapabilitas Pertamina NRE dalam pengembangan proyek energi baru dan terbarukan, termasuk proyek pembangkit tenaga surya berskala besar.

Dalam ruang lingkup kerja sama, kedua perusahaan akan melakukan studi kelayakan yang mencakup aspek teknis, bisnis, pasar, lingkungan, hukum, hingga analisis risiko proyek.

BACA JUGA:Startup Binaan Pertamina dari ITS Masuk Top 6 Dunia di Ajang Inovasi Sosial Amerika Serikat

BACA JUGA:Laba PT Pertamina Training and Consulting Tembus Rp152,9 Miliar pada 2025

Selain itu, kedua pihak juga akan menjajaki kerja sama strategis, teknis, dan komersial termasuk pertukaran pengetahuan serta penerapan teknologi terkait pengembangan energi terbarukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: