Antara Lily Wahid, Gus Dur, dan Muhaimin

Senin 09-05-2022,22:56 WIB
Editor : Tomy C. Gutomo

CUCU pahlawan nasional KH Hasyim Asy'ari dari KH Wahid Hasyim kini tinggal satu. Beliau adalah dr Umar Wahid. Dokter Umar adalah anak keempat dari enam bersaudara. Pernah menjadi dokter kepresidenan saat kakaknya, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, menjadi presiden. Urutannya: Gus Dur, Aisyah Hamid Baidlowi, Salahudin Wahid (Gus Sholah), Umar Wahid, Lily Chodidjah Wahid, dan Hasyim Wahid (Gus Im). 

Kepada keluarga besar di Pondok Pesantren Tebuireng, Sabtu (7/5), Gus Umar menyampaikan pesan terkait perkembangan kesehatan adiknya, Lily Wahid. Pesan ini terutama ditujukan kepada sedulur dzuriyah KH Hasyim Asy’ari dan dzuriyah KH Bisri Syansuri. Dua tokoh yang disebut adalah pendiri Nahdlatul Ulama. 

"Direncanakan akan dilakukan tindakan operasi malam ini. Mohon keikhlasan semua sedulur untuk berdoa. Semoga Allah SWT maringi (memberikan, Red) kemudahan dan kelancaran dalam proses operasi serta hasil operasi seperti yang kita harapkan," tulis Gus Umar. 

Sebelumnya, Gus Umar menyampaikan bahwa pada 23 April, Lily dirawat di RS Jakarta Heart Center karena chest pain atau nyeri dada. Kemudian pada 24 April, dilakukan pemasangan stent di pembuluh drah jantung. Kondisinya saat itu membaik. Sempat muncul keluhan lagi pada keesokan harinya. Bisa diatasi. Namun kemudian timbul lagi keluhan. 

Keluarga akhirnya memutuskan memindahkan Lily Wahid ke RSCM pada 4 Mei 2022. Pertimbangannya di RS tersebut peralatan lebih lengkap dan ada bantuan dokter spesialis dari berbagai disiplin ilmu. Hingga 6 Mei, kondisi Lily masih stabil.

Situasi darurat terjadi Sabtu (7/5) sekitar pukul 11.00. Timbul gejala yang mengarah terjadinya stroke. Setelah dilakukan pemeriksaan disimpulkan terjadi stroke yang disebabkan terbentuknya thrombus pada pembuluh darah di otak.

Lalu pada Sabtu malam, ada kabar dari salah seorang keponakan Lily Wahid. Tindakan trombektomi Lily Wahid berhasil dengan baik. Trombektomi merupakan perawatan stroke untuk mengeluarkan gumpalan yang menyumbat dikeluarkan dari otak pasien. Bila melewati 3 x 24 jam setelah operasi, masa kritisnya terlampaui. Rupanya, baru menjelang 2 x 24 jam, Lily sudah mengembuskan napas terakhir. 

Sosok Lily Wahid begitu melekat di kancah politik nasional. Namanya muncul saat terjadi konflik kedua PKB pasca pemecatan Muhaimin Iskandar oleh Ketua Umum Dewan Syura Abdurrahman Wahid pada 2008. PKB akhirnya terbelah menjadi dua kubu. Muhaimin menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) di Ancol. Sedangkan Gus Dur menggelar MLB di Parung, Bogor.

Lily berada di pihak Muhaimin saat itu. Bahkan, ia menjadi corong kubu MLB Ancol untuk "menyerang" Gus Dur. Dalam beberapa kali wawancara, Gus Dur terlihat begitu kesal bila wartawan meminta komentar terkait pernyataan Lily. Pengurus PKB kubu Parung pun juga sungkan berkomentar frontal terhadap Lily. Bagaimanapun Lily adalah adik kandung Gus Dur. 

BACA JUGA:Lily Wahid, Adik Kandung Gus Dur, Meninggal Dunia

Singkat cerita, kubu Ancol akhirnya yang diakui oleh pemerintah dan bisa ikut Pemilu 2009.  Peran Lily begitu besar. Lily menjadi caleg PKB di daerah pemilihan Jatim II (Kabupaten/kota Probolinggo dan Pasuruan). Terpilih. 

Selama menjadi anggota DPR di komisi I, Lily begitu kritis dan vokal. Sementara PKB terikat koalisi dengan pemerintah yang tidak mungkin terlalu keras mengkritik pemerintahan SBY-Boediono. Ada tiga isu yang membuat Lily berbeda sikap dengan partainya. Yakni terkait pansus Bank Century, hak angket mafia pajak, dan rencana kenaikan BBM. 

Setelah itu, Anda sudah tahu, Lily dipecat oleh PKB. Kursinya digantikan Jazilul Fawaid yang kini menjadi wakil ketua MPR.  Di Pemilu 2014, Lily maju lagi. Tentu bukan dari PKB. Kali ini ia menjadi caleg Hanura. Hampir saja satu dapil dengan Muhaimin. Namun kali ini Lily tidak lolos ke Senayan. 

Selamat jalan Lily Wahid. (*)


-Rozi Hamdani-Harian Disway-

 

Kategori :