Bersedekah, Baim Wong Di-Bully

Kamis 14-10-2021,19:35 WIB
Editor : Yusuf M. Ridho

Pertanyaan kepada responden: Sejak 1957 (responden kira-kira tamat SMA atau kuliah) sampai dengan 2004, berapa kali bersedekah. Kepada siapa? Apa bentuknya? Apa motifnya?

Khusus soal motif, ada tiga kelompok jawaban:

1) Kesukarelawanan (bersedekah) adalah pelarian yang baik dari masalah pribadi saya.

2) Saya merasa kasihan terhadap orang-orang sedang membutuhkan.

3) Tidak pernah bersedekah dengan berbagai alasan.

Seusai riset, semua responden tetap dihubungi tim peneliti. Kemudian, tim peneliti membandingkan motif bersedekah itu dengan data kematian responden pada 2008 (empat tahun pascariset).

Hasilnya: Kelompok dengan jawaban nomor satu dan tiga, hampir semuanya sudah meninggal dunia.

Sedangkan kelompok jawaban nomor dua, mayoritas masih hidup.

Tim peneliti menympulkan, responden dengan jawaban nomor dua berisiko kematian lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok jawaban nomor satu dan tiga.

Artinya, orang bersedekah dengan motif seperti kelompok jawaban nomor dua lebih panjang umur.

Walaupun, dalam Islam, penentu usia manusia hanyalah Allah SWT. Biarkan saja riset profesor AS itu menghasilkan data seperti tersebut.

Allen membedakan dua kelompok responden:

Kelompok pertama, mereka yang sama sekali tidak bersedekah dan mereka yang menjawab nomor satu. Sebagai kelompok egoistik. Kelompok kedua, dengan jawaban nomor dua, disebut kelompok altruistik.

Kelompok altruistik lebih panjang umur. Sebab, berdasarkan hasil riset tersebut, ada tiga hal, dan semuanya terkait dengan organ otak responden. Begini:

1) Otak mengaktifkan sistem perilaku pengasuhan, serangkaian kognisi, emosi, dan neurologis.

2) Otak mengaktifkan sirkuit psikofisiologis, yang memotivasi berbagai bentuk perilaku menolong orang lain.

Tags :
Kategori :

Terkait