Semua Ojol Harus Ikut Demo di Surabaya, Bawa Penumpang Lepas Jaket

Rabu 24-08-2022,12:54 WIB
Reporter : Salman Muhiddin
Editor : Salman Muhiddin

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Ribuan driver ojek online (ojol) se-Jatim berunjuk rasa di Surabaya, hari ini, Rabu 24 Agustus 2022.Driver online roda dua maupun roda empat kompak turun ke jalan. Beberapa driver yang melintas juga ditarik untuk bersama-sama menggelar aksi solidaritas itu.

Tuntutan mereka tak jauh berbeda dengan demonstrasi sebelumnya. Ojol menyoal tarif batas bawah, atas, hingga regulasi yang ketat pada aplikator. 

Pengendara diharapkan menghindari jalur tengah kota di Frontage Road Ahmad Yani Surabaya. Sejumlah ojol yang membawa penumpang juga diminta ikut aksi hingga ke Gedung Negara Grahadi. 

"Saya enggak ngerti kalau ada aksi ini. Diminta gabung ya ikut saja,” ujar salah satu driver yang membawa penumpang. Ia terpaksa harus menurunkan penumpang atas persetujuan dua pihak. 

Namun beberapa penumpang tak mau diturunkan begitu saja. Ojol harus tetap mengantarnya sampai tujuan dengan catatan harus melepas jaket ojolnya. 

Untungnya tidak ada aksi bentrok sesama ojol. Semua berjalan kondusif.


Aksi solidaritas Ojol se-Jatim bergerak ke arah utara Jalan A Yani Surabaya.-Boy Slamet/Harian Disway-

Pendemo berkumpul di  Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Jalan Ahmad Yani, lalu bergeser di kantor Diskominfo Jawa Timur.

Mereka juga mendatangi kantor perwakilan 4 aplikator yakni Shopee di Jalan Ronggolawe, Gojek di Raya Ngagel, Grab di Plaza Boulevard Pemuda di depan WTC, dan In Driver di MNC Tower di TAIS Nasution.

Massa aksi juga akan bergerak ke Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil IV Jawa Timur di Jalan Basuki Rachmad, DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura, dan Polrestabes Surabaya di Jalan Sikatan. Pada sore hari massa akan berkumpul di Grahadi, Jalan Gubernur Suryo.

 

Massa memiliki 10 tuntutan:

  1. Libatkan Frontal Jawa Timur bersama Pemerintah Untuk merumuskan tarif dan aturan perjanjian kemitraan (Semua Aplikasi Driver) di seluruh daerah Jawa Timur
  2. Turunkan Potongan Aplikasi Menjadi 10%
  3. Hapus Biaya Layanan Pemesanan (biaya tidak langsung) yang hanya menguntungkan aplikator saja.
  4. Menolak sistem double order
  5. Menolak sistem Autobid
  6. Rubah Rentang Jarak 0-5 km menjadi  0 – 4 km untuk biaya tarif minimal
  7. Menolak aturan denda dan hapus fitur cancel berujung denda yang merugikan driver/mitra aplikasi angkutan barang
  8. Hapus dan Bebaskan Zona Merah (Area Publik) seluruh Jawa Timur untuk ojek online dan taksi online
  9. Bebaskan mitra untuk menjadi driver individu tanpa terikat koperasi atau vendor yang merugikan sepihak.
  10. Bubarkan Komunitas Bentukan Aplikator. (*)
Kategori :