Jalur Lahar Baru Semeru Lewati Permukiman

Selasa 06-12-2022,06:33 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Tomy C. Gutomo

LUMAJANG, HARIAN DISWAY - Warga Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, benar-benar kaget saat menjenguk rumahnya. Sebab, atap rumah mereka tidak tertimbun abu tebal seperti erupsi 2021 lalu.

Genting-genting itu utuh. Namun, bagian dalam rumahnya penuh dengan abu. Artinya, sama sekali tak ada lagi rumah ambruk akibat erupsi yang terjadi pada Minggu, 4 Desember lalu.

"Ini bukan dari hujan abu. Gentingnya nggak ada yang ambruk. Jadi jelas dari luapan sungai," ungkap Bukhori Muslim. Selama 44 tahun tinggal di dusun itu, baru kali ini ia menjumpai lahar yang meluap ke permukiman.

Kesaksian serupa juga disampaikan Khosaimah. Tetangga Bukhori itu mengungsi di posko pengungsian Balai Desa Penanggal. Rumahnyi berada dekat dengan jembatan.

BACA JUGA:Mengunjungi Kompleks Hunian Tetap saat Semeru Erupsi lagi

Minggu itu, sesaat setelah erupsi besar pukul 12.00, dia melihat ke sungai persis di belakang rumahnyi. Arusnya deras. Air menguap bercampur lumpur keabu-abuan.

"Tinggi. Hampir nyamber rumah saya," terangnyi dengan mata yang berkaca-kaca. Perempuan 34 tahun itu pun lari kalang kabut. Membonceng ayahnyi langsung ke pengungsian.

Khosaimah juga sama seperti Bukhori. Asli kelahiran Dusun Kajar Kuning. Selama hidupnya, erupsi 2021 silam adalah terbesar yang pernah dialami.


WARGA Kajar Kuning mengangkut barang-barang mereka untuk dibawa ke tempat pengungsian.-Foto: Julia Romadhon-Harian Disway-

Namun, erupsi kali ini sungguh beda. Dia curiga bahwa jalur lahar sudah berubah. Sebab, biasanya hanya mengarah ke Desa Curah Kobokan. Tidak sampai ke dusunnya.

"Ini pasti jalurnya sudah geser. Belum pernah sama sekali laharnya sampai ke dusun," tandasnyi. Kini, rumahnyi sudah terendam abu vulkanik. 

Setelah masa tanggap darurat selesai, dia akan kembali ke rumahnyi. Membersihkan abu lagi seperti tahun lalu. Sebab, dia termasuk salah satu warga yang belum menerima kunci rumah baru di hunian tetap.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Pos Pantau Gunung Sawur Liswanto membenarkan dugaan warga Dusun Kajar Kuning itu. Bahwa erupsi Semeru 2021 membuka lintasan-lintasan baru jalur lahar. Dari Desa Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, mengarah ke Dusun Kajar Kuning.


BANTUAN untuk pengungsi di lereng Semeru di Lumajang diberikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan diterima oleh Bupati Lumajang Thoriqul Haq-Foto: Pemprov Jatim-

Itu membuat dusun tersebut ditetapkan statusnya menjadi zona merah sejak tahun lalu. Artinya, tak bisa lagi dihuni. Apalagi jaraknya hanya sekitar 13 kilometer dari kaki Semeru.

Kategori :