Masjid Al Akbar Surabaya Penuh, Gubernur Khofifah pun Harus Jalan Kaki

Sabtu 22-04-2023,13:59 WIB
Reporter : Michael Fredy Yacob
Editor : Doan Widhiandono

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Idulfitri 1 Syawal 1444 H merupakan ibadah pertama kali tanpa adanya pembatasan akibat pandemi Covid-19. Tidak ada aturan untuk jaga jarak. Pakai masker atau protokol kesehatan lainnya. Antusiasme warga pun begitu tinggi dalam beribadah. Itu juga terasa di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) yang dipenuhi puluhan ribu jamaah, Sabtu, 22 April 2023.

 

Berdasar catatan pengurus masjid, sebanyak 60 ribu jamaah menjalankan salat Idulfitri. Jamah meluber hingga ke halaman masjid. Mereka mengikuti khotbah dan beribadah dengan bantuan layar besar dan pengeras suara di luar masjid terbesar di Jawa Timur tersebut.

 

Salah satu jamaah hari ini adalah Nana Fadjar Prijantoro. Ia begitu gembira bisa beribadah dengan bebas. Tanpa aturan pembatasan yang mengekang. Nana tampak girang meski harus ke masjid seorang diri. Istri adan anaknya sudah terlebih dahulu mudik ke Blitar.  "Habis ini saya baru berangkat ke Blitar," katanya.

 

Walau begitu, Nana tetap waspada. Sebab, angka penularan Covid-19 memang naik. Meski tingkat fatalitas sudah sangat turun jauh. "Saya sampai bawa masker ini. Walau tidak seperti tahun kemarin angkanya. Jadi, saya ibadah tadi tetap pakai masker," terangnya.

 

Kepadatan masjid agung itu juga terlihat dari penuhnya parkiran di sekitar masjid. Tidak sedikit jamaah yang akhirnya harus memarkirkan kendaraannya jauh dari MAS. Lalu, mereka jalan kaki menuju rumah ibadah itu. Salah satunya adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

 

Sekitar pukul 05.55, Khofifah sampai di MAS. Rombongannya tidak bisa lagi mendekati masjid tersebut. Mantan menteri sosial itu harus jalan kaki bersama jamaah lainnya. Sekitar 500 meter. "Biasa itu. Ada satu semangat masyarakat yang luar biasa untuk bisa menjalankan salat Idulfitri," ucap Khofifah setelah salat Id.

 

Humas Masjid Al Akbar Surabaya Helmy M Noor menegaskan, lonjakan jamaah yang beribadah di MAS terjadi karena tidak adanya pembatasan seperti dua tahun terakhir. Juga, tidak ada lagi kebijakan pengurus masjid soal pendaftaran online bagi warga yang ingin beribadah. "Ini salat id pertama setelah masa PPKM dicabut. Kami menyiapkan lantai satu dan dua. Kemudian halaman timur, selatan, dan utara tidak digunakan untuk parkir. Tetapi untuk jamaah. Tiga area dimaksimalkan, menampung 60 ribu," ucapnya. (Michael Fredy Yacob)

Kategori :