Mahasiswa KKN Untag Paparkan Pentingnya Foto Kemasan

Selasa 11-07-2023,16:25 WIB
Reporter : Ina Tasya Aunil Ahdah
Editor : Noor Arief Prasetyo

MOJOKERTO, HARIAN DISWAY- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sedang diminati banyak masyarakat di Indonesia. UMKM menjadi kelompok usaha yang paling besar di Indonesia dan berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bisnis UMKM ini lebih kuat dalam menghadapi krisis global. 

Upaya untuk menghadapi pasar global memang tidaklah mudah, karena produk UMKM akan bersaing dengan produk-produk di negara sendiri maupun produk-produk negara lain. Untuk menyiasatinya dibutuhkan strategi yang tepat untuk mengembangkan UMKM agar bisa bersaing menghadapi pasar global. 

BACA JUGA:Mahasiswa Untag KKN Latih Pembuatan Konten Promosi pada UMKM di Mojokerto

Program KKN ini bertujuan untuk pemberdayaan dan pendampingan masyarakat melalui pelatihan pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya J. Subekti mengakui, mahasiswa sekarang ini menghadapi tantangan besar saat mengabdi kepada masyarakat selama dua belas hari lamanya. Terutama karena pengetahuan masyarakat desa sudah sedemikian maju. Sudah memahami apa itu teknologi dan menguasai digital.

Desa ini ditunjuk sebagai wilayah Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 27 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Periode Semester Genap Tahun 2023 yang dimulai tanggal 3 Juli 2023 sampai dengan 14 Juli 2023 bertujuan untuk memberikan pelatihan-pelatihan yang dapat membantu pengembangan. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) diharapkan dapat mengoptimalkan para UMKM dan petani dengan menunjukkan keunggulan desa. 

Ina Tasya Aunil Ahdah mahasiswi program studi Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang melaksanakan KKN pada hari Jumat 7 Juli 2023 Pukul 13.00-15.00 WIB bertempat di rumah pelaku UMKM Paper Bag di Dusun Jiyu Desa Jiyu. Ina membawakan tema Pelatihan Foto Kemasan Produk bagi pelaku UMKM.

Pelaku UMKM Paper Bag di Desa Jiyu menghadapi kendala dalam foto kemasan produk mereka. Dalam konteks ini, pelatihan foto kemasan produk dapat menjadi solusi untuk mendukung promosi agar menarik perhatian konsumen. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan pelatihan teknik fotografi untuk pengambilan foto produk. 

Maka dari itu, pemasaran yang dilakukan di media sosial harus mengandalkan kepada tampilan foto produk. Karena konsumen yang tertarik berbelanja secara online hanya dapat mengetahui produk yang dijual berdasarkan dari foto-foto yang dipublikasikan dan tidak melihat produk secara langsung. (*)

 

Kategori :