Eros Djarot Dijadwalkan Sampaikan Pidato Kebudayaan pada Tahun Politik di Festival Seni Balai Pemuda 2023

Minggu 24-09-2023,16:09 WIB
Editor : Heti Palestina Yunani

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Sebuah festival suguhan Sanggar Merah Putih akan memarakkan Surabaya. Namanya Festival Seni Balai pemuda 2023. Berlangsung sepuluh hari, dari 6-15 Oktober 2023.

Menyajikan pertunjukan musik, tari, teater, sastra dan seni rupa, serta diskusi dan sarasehan tentang perkembangan seni rupa, sastra, teater dan seni tari di Surabaya.

Di antara jadwal itu ketua Sanggar Merah Putih, penyelenggara festival, M. Anis menjadwalkan akan menghadirkan budayawan Erros Djarot yang menyampaikan “Pidato Kebudayaan pada Tahun Politik”, pada Minggu, 8 Oktober 2023 malam.

Kehadiran Erros itu dipastikan akan membuat festival meriah. Bahkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berkenan membuka Festival Seni Balai Pemuda 2023, hari Jumat 6 Oktober mendatang, di Komplek Balai Pemuda, atau Alun-alun Surabaya.

BACA JUGA: Madura Food Festival di Kya Kya Kembang Jepun Surabaya Hadirkan Perpaduan Madura-Tionghoa

Kesanggupannya telah dinyatakan Eri pada Jumat, 15 September 2023 lalu. “Ya, saya akan hadir. Saya senang kalau kesenian di Surabaya bangkit lagi,” kata Eri.

Jika benar-benar hadir, usai secara resmi membuka festival, wali kota akan dijadikan model oleh lebih dari 100 pelukis yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Selain Erros dan Eri, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwiyono juga menyatakan dukungan terhadap festival ini. “Sepertinya sudah lama tidak ada pertunjukan seni di Surabaya. Kini waktunya berkesenian lagi, sebagai penyeimbang kegiatan-kegiatan lain yang ada di masyarakat,” tambahnya.

Balai Pemuda pernah menjadi pusat kesenian di Surabaya. Nama-nama besar dalam bidang musik seperti Gombloh, Leo Kristi, Franky Sahilatua dan Naniel yang semuanya sudah almarhum, dalam hal proses kreatif bisa disebut lahir dari Balai Pemuda.

BACA JUGA: Buka Sawung Dance Festival, Seniman Hari Ghulur Maknai Tahlil lewat Tarian Berjudul Silo

Di bidang teater ada almarhum Basuki Rahmad, Akhudiat, Hari Matrais dan Sam Abede Pareno, sementara di bidang seni lukis tercatat sederet nama besar seperti Amang Rahman, Daryono, Krishna Mustadjab, OH Supono, Rudi Isbandi, Gatot Soesilo, Tedja Suminar, Rustamadji dan para pelukis yang lebih muda generasi Aksera.

Menurut M. Anis, Festival Seni Balai Pemuda 2023 mencoba untuk mengais sisa-sisa kejayaan kesenian di Surabaya. Bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Olahraga dan Pariwisata(Disbudporapar) Kota Surabaya, diharapkan kegiatan ini bisa menjadi even reguler tiap tahun agar perkembangan seni modern di Surabaya tidak tertinggal dari kota-kota lain.

“Para penyaji  baik musik, tari, sastra maupun teater, semuanya adalah anak-anak muda.  Mereka perlu diperhatikan dan difasilitasi  agar tetap bersemangat dalam berkarya, sehingga nantinya dapat membawa nama Surabaya ketika tampil di even-even berikutnya,” katanya. (*)

Kategori :