Laut Merah Memanas: Iran Tangkap Kapal Tanker Minyak AS di Selat Hormuz

Jumat 12-01-2024,15:08 WIB
Reporter : Salman Muhiddin
Editor : Salman Muhiddin

HARIAN DISWAY - Iran menahan sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Oman, dekat Selat Hormuz, Jumat, 12 Januari 2024. Kapal tersebut diduga membawa minyak mentah Amerika Serikat (AS).

Angkatan Laut Iran menyatakan bahwa tindakan ini merupakan pembalasan atas "pencurian" minyak dari kapal tanker yang sama oleh AS tahun lalu.

"Angkatan Laut Republik Islam Iran menyita sebuah kapal tanker minyak Amerika di perairan Teluk Oman sesuai dengan perintah pengadilan," kata kantor berita resmi IRNA, seperti yang dikutip oleh AFP.

Menurut IRNA, penyitaan itu sebagai respons terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh kapal Suez Rajan dan pencurian minyak Iran oleh AS.

Kapal tersebut dihentikan di lepas pantai Oman setelah Badan Keamanan Maritim Angkatan Laut Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa orang-orang bersenjata telah menaiki kapal St Nikolas milik Yunani yang berbendera Kepulauan Marshall.

Empat hingga lima penumpang tidak resmi dilaporkan mengenakan seragam hitam bergaya militer dengan masker hitam. Kapal tersebut kemudian mengubah arahnya menuju Bandar-e Jask di Iran.

Perusahaan manajemen kapal tanker Empire Navigation yang berbasis di Yunani mengonfirmasi bahwa komunikasi dengan kapal tersebut terputus.

BACA JUGA:AS-Inggris Serang Houthi, Raja Salman Buka Suara

BACA JUGA:BREAKING NEWS: AS-Inggris Bombardir Yaman, Balas Milisi Houthi yang Bela Palestina

Kapal tersebut membawa 145.000 ton minyak mentah dari Basra, Irak, dengan rencana menuju Aliaga, Turki, melalui Terusan Suez.

AS mengutuk tindakan Iran sebagai penyitaan yang melanggar hukum dan menuntut pembebasan kapal dan awaknya.

"Pemerintah Iran harus segera membebaskan kapal dan awaknya," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel kepada wartawan. Washington menyatakan bahwa tindakan Iran ini merupakan upaya mengganggu perdagangan internasional.

Penyitaan kapal ini juga dianggap sebagai pembalasan atas penyitaan kapal Suez Rajan oleh AS pada September 2023.

Departemen Kehakiman AS menduga bahwa minyak di kapal tanker Yunani tersebut, dijual oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran ke China.

Situasi ini semakin memperpanjang ketegangan di wilayah tersebut. Harga minyak juga berpotensi naik signifikan jika konflik ini meluas ke Selat Hormuz, salah satu jalur transit utama di mana sekitar seperlima produksi minyak global mengalir setiap harinya.

Kategori :