Serangan Teroris di Moscow, Terburuk dalam Dua Dekade di Rusia, Putin Janji Balas Dendam

Senin 25-03-2024,20:02 WIB
Reporter : Doan Widhiandono
Editor : Doan Widhiandono

MOSCOW, HARIAN DISWAY – Rusia berkabung, Minggu, 24 Maret 2024. Negeri itu berduka setelah serangan teroris di Crocus City Hall, Krasnogorsk, menewaskan 138 orang dan melukai 150 lainnya. Serangan teroris di luar kota Moscow itu adalah yang terburuk di Negeri Beruang Merah itu dalam 20 tahun terakhir.
 
’’Kita akan menghukum siapa pun yang menyokong serangan terorisme yang barbar ini,’’ ucap Presiden Rusia Vladimir Putin, Sabtu, 23 Maret 2024, seperti dikutip Agence France-Presse.
 
Saat ini, yang mengklaim serangan teroris yang brutal itu adalah ISIS-Khorasan. Ini adalah cabang ISIS, organisasi teroris yang pernah bercokol di Iraq dan Syria pada 2014-2019. Kata Khorasan merujuk pada kawasan Asia Tengah yang kini meliputi Iran, Afghanistan, dan Pakistan.
 
BACA JUGA : PBB Kutuk Serangan Teroris Bersenjata di Moskow
 
Menurut Al Jazeera, intelijen Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa media sosial milik ISIS-K sedang menunjukkan kegembiraan. ISIS-K merasa berhasil karena “bisa menyerang kerumunan orang-orang Kristen yang selama ini memusuhi Islam.”
 
Meski ISIS-K mengklaim serangan itu, Putin tetap menyenggol Ukraina. Ia bilang bahwa Ukraina menyediakan celah agar para teroris itu bisa cepat lari ke negara lain.
 
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky langsung menyanggah. ’’Putin sedang mencari-cari kambing hitam,’’ kata Zelensky.
 
Intelijen AS sejatinya sudah memperingatkan Rusia pada 18 Maret 2024. Bahwa akan ada serangan terorisme di Moscow. Tetapi, Putin cuek. Ia menuding bahwa peringatan itu adalah propaganda menakuti-nakuti warga Rusia.
 
Bisa jadi, Putin percaya diri. Mengingat negerinya sudah lama tidak terkena serangan terorganisasi berskala besar.
 

Serangan Teroris di Moscow, Terburuk dalam Dua Dekade di Rusia, Putin Janji Balas Dendam. TANGIS PARA GADIS yang berdoa di depan Crocus City Hall di Krasnogorsk, Minggu, 24 Maret 2024.-Agence France-Presse-

Serangan terakhir dilakukan oleh pejuang Chechnya pada 2004. Mereka menyerang sebuah sekolah yang menewaskan 334 orang, termasuk 186 anak. Sebelumnya, ada penyanderaan 900 orang oleh tentara Chechnya di Moscow Theatre. Mereka menuntut kemerdekaan.
 
Setelah serangan itu, Rusia langsung menangkap 11 orang yang diduga terlibat. Dan dua orang di antaranya langsung disidang pada Minggu malam, 24 Maret 2024, waktu setempat.
 
Informasi itu diberitakan kantor berita TASS yang mengutip rilis resmi dari Pengadilan Distrik Basmanny Moscow. Pengadilan mengatakan bahwa para tersangka dituduh bersekongkol melakukan tindak pidana terorisme.
 
Dua tersangka itu adalah Saidakrami Murodalii Rachabalizoda dan Dalerdjon Barotovich Mirzoyev. Pengadilan merilis video saat mereka masuk ke ruang sidang. Juga ketika salah seorang di antaranya duduk di kotak kaca untuk terdakwa.
 
Menurut media Rusia yang mengutip anggota parlemen Alexander Khinstein, beberapa tersangka berasal dari Tajikistan. Negara itu adalah republik bekas Uni Soviet yang berbatasan dengan Afghanistan. Mayoritas penduduknya Muslim. (Doan Widhiandono)
Tags : #volodymyr zelensky #vladimir putin #serangan teroris #presiden ukraina #presiden rusia #moscow #isis #crocus city hall #crocus
Kategori :

Terkait

Terpopuler

Terkini