Pasca Pilpres, Ini Pesan Khusus Mahfud MD ke Prabowo

Sabtu 27-04-2024,13:11 WIB
Reporter : Mochammad Alwi Hidayat
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Usai kontestasi Pilpres 2024, Mantan Menko Polhukam Mahfud MD tampak menjalankan berbagai agendanya termasuk melakukan wawancara ke sejumlah media.

Mahfud MD mengaku bahwa setelah keikutsertaannya di kontestasi Pilpres, sudah ada berbagai agenda yang akan ia lakukan.

Dalam perbincangannya pada podcast Deddy Corbuzier, Mahfud MD mengungkapkan pesan khusus untuk Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

BACA JUGA:PR Besar Pemerintahan Prabowo Gibran: RUU Perampasan Aset dan Penuntasan Skandal BLBI

Mahfud MD mengharapkan Prabowo dapat melakukan penegakan hukum yang lebih terstruktur di Indonesia.

"Saya berharap ini (penegakan masalah korupsi dan kolusi,Red) menjadi perhatian khusus kalau ditanya ke saya, pesannya masalah hukum,"

Dalam percakapan itu, Mahfud MD berharap akan ada sistem penegakan hukum yang lebih terstruktur untuk mengatasi permasalahan korupsi dan kolusi yang banyak dilakukan pejabat.

BACA JUGA:Momen ‘Sah’ NasDem Sepakat Dukung Pemerintah Prabowo-Gibran

Kemudian, Mahfud MD menyoroti banyaknya pelanggaran terkait korupsi dan kolusi pejabat pada proyek seperti tambang, batubara, nikel, dan lain sebagainya.

"Menurut saya karena pendekatan Pak Prabowo itu lebih strukturalis, menurut saya bisa. Harusnya memungkinkan Pak Prabowo melakukan pembenahan hukum," ujar pria kelahiran Sampang, Madura ini. 

Mahfud menyarankan agar pembahasannya bersama Prabowo Subianto bisa direalisasikan pada periode kepemimpinannya yang akan datang.

Ini untuk mengatasi permasalahan kolusi, perusakan alam, korupsi di berbagai institusi, dan permasalahan lainnya.


"Harapan saya pendekatan struktural Pak Prabowo tanpa menghilangkan populisme Pak Jokowi yang dianggap berhasil dalam beberapa segi, tapi pendekatan struktural seperti yang dilakukan Pak Prabowo perlu diwujudkan," tambah Mahfud MD.

Mahfud optimis bahwa dengan cara Prabowo yang terstruktur bisa melakukan pembenahan dan penegakan hukum yang lebih baik di Indonesia.

"Kalau presiden bisa menyusun dengan baik menurut saya pendekatan struktural itu akan lebih efektif, akan bisa," terang Mahfud.

Kategori :