Daniel juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan iman di tengah keberagaman. "Kerukunan ini adalah contoh baik dari Surabaya. Tentang iman yang bisa menyatukan. Bukan memecah belah. Jika kita menjaga iman dan hati kita tetap bersih, maka Indonesia bukan hanya emas dalam kekayaan. Tetapi juga dalam iman kepada Yesus Kristus," tegasnya.
Sebagai penutup, lilin dinyalakan sebagai simbol harapan dan kerukunan. Penyalaan lilin itu diikuti oleh berbagai komponen masyarakat. Termasuk anggota DPRD Jawa Timur Yordan Batara Goa, para anggota DPRD Kota Surabaya, serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya.
Balai Kota malam itu menjadi saksi bahwa Natal membawa pesan persatuan di tengah keberagaman. Perayaan itu bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan. (*)