Legenda Nian dan Tradisi Imlek: Asal Usul dan Makna di Baliknya

Rabu 22-01-2025,18:36 WIB
Reporter : Pingki Maharani*
Editor : Heti Palestina Yunani

Lampion merah yang digantung di jalan-jalan dan rumah-rumah melambangkan harapan, kebahagiaan, dan perlindungan. Lampion juga dipercaya membawa cahaya yang membawa keberuntungan ke dalam rumah.
Lampion merah yang digantung di jalan-jalan dan rumah-rumah melambangkan harapan, kebahagiaan, dan perlindungan. -Historia-Pinterest

Makna Filosofis di Balik Tradisi

Legenda Nian mengajarkan pentingnya keberanian, kebersamaan, dan kreativitas dalam menghadapi tantangan. Perayaan Imlek menjadi momen untuk menghormati leluhur, mempererat hubungan keluarga, dan mengawali tahun baru dengan semangat optimisme.

BACA JUGA: Memahami Shio dalam Zodiak Tionghoa: Karakteristik dan Pengaruhnya dalam Kehidupan

Imlek di Era Modern

Meskipun zaman telah berubah, tradisi yang terinspirasi dari legenda Nian tetap lestari. Di Indonesia, komunitas Tionghoa merayakan Imlek dengan semarak, mulai dari mendekorasi rumah dengan warna merah hingga menyelenggarakan festival budaya di Pecinan.

Tradisi ini tidak hanya menyuburkan kebudayaan lokal tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga warisan leluhur. Maka, Imlek bukan sekadar perayaan, melainkan simbol harapan dan pengumpulan yang tertanam dalam cerita rakyat.

Legenda Nian, dengan segala pesan moralnya, mengajarkan bahwa dengan persatuan dan keberanian, setiap tantangan bisa menghadapi, bahkan monster sekalipun. (*)

*) Pingki Maharani, mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka Surabaya

Kategori :