Respon Peringatan Trump, Taiwan: Kami Adalah Negara Merdeka
Presiden Taiwan Lai Ching-te dalam sebuah pertemuan di Bandara Taoyouan, 5 Mei 2026. Taiwan tegas menyatakan mereka adalah negara merdeka pasca peringatan Trump agar mereka tidak mendeklarasikan kemerdekaan-I-Hwa Cheng/AFP-
HARIAN DISWAY - Taiwan menegaskan bahwa mereka adalah sebuah negara "merdeka". Pernyataan ini dikeluarkan beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan agar pulau demokratis tersebut tidak mendeklarasikan kemerdekaan secara formal.
Sebelumnya, Trump menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Beijing pada hari Jumat. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Tiongkok Xi Jinping mendesak Trump untuk tidak mendukung Taiwan, yang diklaim oleh Tiongkok sebagai bagian dari wilayahnya.
Selama ini, Taiwan sangat bergantung pada dukungan keamanan dari Amerika Serikat untuk mencegah Tiongkok melaksanakan ancamannya untuk mencaplok pulau tersebut dengan kekuatan militer.
Kementerian Luar Negeri Taiwan menegaskan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, 16 Mei 2026 bahwa Taiwan adalah negara demokratis yang berdaulat dan merdeka, serta tidak tunduk pada Republik Rakyat Tiongkok (RRT)
Selain itu, kementerian juga menegaskan bahwa penjualan senjata AS merupakan bagian dari komitmen keamanan Washington terhadap Taiwan, menanggapi pernyataan Trump yang mengindikasikan bahwa ia sedang mempertimbangkan masalah tersebut.
BACA JUGA:Usai Bertemu Xi Jinping, Trump Minta Taiwan Jangan Deklarasikan Kemerdekaan
BACA JUGA:Trump Klaim Capai Kesepakatan Dagang Fantastis dengan Xi Jinping, Namun Isu Taiwan Masih Menggantung
Tanggapan resmi Taiwan ini muncul setelah Trump mengeluarkan peringatan agar pulau tersebut tidak membuat deklarasi kemerdekaan. Dalam wawancaranya dengan program "Special Report with Bret Baier" di Fox News, Trump menyatakan bahwa ia tidak ingin ada pihak yang merdeka karena tidak ingin mengerahkan pasukan untuk berperang sejauh 9.500 mil.
Trump menambahkan bahwa ia ingin situasi mereda, baik di pihak Taiwan maupun Tiongkok, dan menilai Tiongkok akan menerima situasi tersebut jika dibiarkan tetap seperti apa adanya saat ini.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di hadapan anak-anak Tiongkok yang meneriakkan yel-yel selamat datang-Kenny Holston/Pool/AFP -
Secara diplomatik, Amerika Serikat hanya mengakui Beijing dan tidak mendukung kemerdekaan formal oleh Taiwan. Namun, secara historis AS tidak pernah menyatakan secara eksplisit bahwa mereka menentang kemerdekaan.
Di bawah hukum AS, Amerika Serikat diwajibkan untuk menyediakan senjata kepada Taiwan untuk pertahanannya, meskipun tetap ada ambiguitas mengenai apakah pasukan AS akan datang langsung untuk membantu pulau itu jika terjadi serangan.
BACA JUGA:Blak-Blakan: Trump-Xi Bahas Perang Iran Sampai Penjualan Senjata ke Taiwan
BACA JUGA:Xi Jinping Peringatkan Donald Trump: Masalah Taiwan Bisa Seret Tiongkok-AS ke Pusaran Konflik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: