“Kalau mau berubah, boleh. Tapi beri waktu industri untuk beradaptasi. Industri mobil harus memastikan mobil yang dijual ke masyarakat sudah tahan BBM beretanol,” ujar Fitra.
BACA JUGA:Vivo dan APR Batalkan Pembelian 40.000 Barel BBM dari Pertamina
BACA JUGA:Heboh! SPBU Swasta Tolak Beli BBM Pertamina, Ini Alasannya!
Ia menambahkan, produsen bahan bakar juga perlu menyesuaikan formula aditif agar tetap memberikan performa dan perlindungan mesin yang optimal.
“Kesempatan harus diberikan kepada teman-teman SPBU atau pabrikan bensin, baik swasta maupun Pertamina, untuk merancang aditifnya lebih bagus lagi agar bisa bekerja dengan base fuel beretanol,” jelasnya.
“Perubahan boleh saja, tapi tidak mendadak. Berikan kesempatan untuk industri beradaptasi supaya produk mobil dan bahan bakar yang dijual di pasaran memberikan benefit maksimal,” pungkas Fitra.(*)
*)Mahasiswa Magang Prodi English for Business and Professional Communication Politeknik Negeri Malang