Lini Galaxy S26 juga akan menjadi momentum kembalinya strategi dual-chipset Samsung, setelah seri S25 sepenuhnya menggunakan Snapdragon 8 Elite di semua wilayah.
Dengan Exynos 2600 sebagai andalan di pasar Eropa dan Asia, Samsung tampaknya ingin menegaskan kemandiriannya dalam menghadirkan performa unggulan buatan sendiri.
BACA JUGA:Samsung Hadirkan Galaxy Tab S11 dan S11 Ultra, Harga Mulai Rp15 Juta
BACA JUGA:Samsung Resmi Luncurkan Galaxy Buds 3 FE dengan Desain Baru dan Integrasi AI
Spesifikasi dan Desain yang Semakin Tipis
Dari sisi spesifikasi, Galaxy S26 Ultra diprediksi tetap menjadi model paling premium dengan layar 6,9 inci M14 QHD+ CoE Dynamic AMOLED. Sistem kameranya diperkirakan membawa kombinasi sensor 200MP utama, 50MP periskop, 50MP ultrawide, dan 12MP telefoto. Semua itu ditopang baterai 5.000mAh dengan fast charging 60W.
Sementara itu, Galaxy S26 dan S26+ akan mengusung layar 6,27 inci dan 6,7 inci. Masing-masing dengan refresh rate tinggi serta dukungan RAM hingga 16GB. Ketiganya akan hadir dengan desain bodi lebih ramping. Dikabarkan, S26 Ultra hanya setebal 7,9 mm.
Dengan kombinasi antara chip baru, layar mutakhir, serta peningkatan privasi, Galaxy S26 berpotensi menjadi tonggak penting dalam evolusi smartphone Samsung. Namun, seperti biasa, keberhasilan akhir tetap bergantung pada bagaimana perusahaan menyeimbangkan inovasi, harga, dan pengalaman pengguna. (*)