Pemukim Israel Serang Warga dan Jurnalis saat Panen Zaitun di Tepi Barat

Minggu 09-11-2025,12:22 WIB
Reporter : Putri Rania Abida*
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Pemukim Israel menyerang warga Palestina, aktivis, dan jurnalis yang sedang berkumpul memanen zaitun di Tepi Barat pada Sabtu, 8 November 2025.

Jurnalis reuters termasuk di antara orang yang terluka dalam serangan tersebut. Mereka diserang dengan tongkat dan pentungan serta batu-batu besar di daerah dekat Beita. Wilayah yang terletak di selatan Kota Nablus, Tepi Barat tersebut seringkali menjadi sasaran serangan pemukim Israel.

Sejumlah serangan serupa juga meningkat selama panen zaitun tahun ini.

Saat itu, sekitar 30 penduduk setempat dan aktivis beserta 10 jurnalis berkumpul untuk memanen zaitun.

BACA JUGA:Ditekan Amerika, Israel Akhirnya Bekukan RUU Aneksasi Tepi Barat

Akan tetapi, puluhan pria melancarkan serangan dengan memukul orang-orang dengan tongkat. Mereka juga berulang kali menyerang fotografer Reuters Raneen Sawafta ketika ia berusaha melindungi diri.

Jonathan Pollak, seorang aktivis yang menyaksikan insiden tersebut mengatakan bahwa sekitar 50 pemukim bertopeng terlibat.

Ia mengatakan bahwa para pemukim berteriak dalam bahasa Ibrani, “Pergi dari sini!”

Saat itu, Sawafta dan jurnalis lainnya mengenakan helm serta rompi antipeluru bertanda “Press”.

Militer Israel (IDF) mengatakan bahwa mereka telah mengirimkan pasukan ke lokasi usai menerima laporan adanya bentrokan.

BACA JUGA:Israel Ledakkan Rumah Warga Palestina di Tepi Barat


Penasehat Keamanan Reuters, Grant Bowden, mengevakuasi fotografer Reuters, Raneen Sawafta, setelah serangan oleh pemukim Israel di dekat Nablus di Tepi Barat yang diduduki Israel, pada 8 November 2025.--Reuters

BACA JUGA:PBB Ungkap 158 Perusahaan Terlibat Pembangunan Pemukiman Ilegal Israel di Tepi Barat

Namun, saksi mata mengatakan mereka tidak melihat pasukan Israel di lokasi.

“Militer Israel (IDF) mengecam segala bentuk kekerasan dan akan terus beroperasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut,” jelas pihak IDF.

Kategori :