HARIAN DISWAY - Industri gim Indonesia memasuki fase menarik. Dua judul yang belum rilis, Acts of Blood dan Agni: Village of Calamity, punya potensi besar sebagai calon kuat nominator The Game Awards 2026.
Keduanya punya kualitas gameplay dan konsep visual yang mumpuni. Serta antusiasme global yang menyertai dua proyek itu. Bahkan sejak debut trailer-nya.
Developer lokal kini tak lagi bermain di ranah domestik. Dua judul itu menunjukkan bahwa Indonesia punya peluang nyata berbicara di panggung industri gim terbesar dunia.
Terdapat berbagai faktor di balik munculnya optimisme tersebut. Tahun 2025 menjadi titik balik industri gim.
BACA JUGA:Wacana Cap Khusus untuk Game yang Dibuat oleh AI Picu Perdebatan Panas Para Gamer dan Pengembang
BACA JUGA:Clair Obscur: Expedition 33, Balas Dendam Epik Mantan Pegawai Ubisoft
Yakni ketika Clair Obscur: Expedition 33, gim berbujet menengah, melesat menjadi fenomena global. Ia menyapu tujuh penghargaan Golden Joysticks. Ditambah dua belas nominasi di The Game Awards 2025.
Acts of Blood adalah gim aksi yang penuh adegan akrobatik. --vgidn
Prestasi itu membuktikan bahwa keindahan artistik, narasi matang, dan mekanik gameplay solid bisa menggeser dominasi studio-studio raksasa.
Maka, ketika dua gim Indonesia mulai memamerkan potensinya, publik internasional pun mulai melirik dengan serius.
Acts of Blood adalah gim yang paling mencuri perhatian. Dikembangkan oleh Eksil Team, gim tersebut menggabungkan dua elemen yang jarang digarap dengan tepat: bela diri sinematis dan aksi dunia kriminal.
BACA JUGA:Jutaan Gamer Tertipu Video Gameplay GTA 6 Terbaru, Ternyata Bikinan AI
Hasilnya, kombinasi yang membuat publik langsung teringat pada Sifu dan Sleeping Dogs. Combat-nya brutal, ritmis, dan menuntut pemain membaca pola musuh.
Setiap pukulan terasa berat, setiap counter begitu presisi, dan lingkungan bisa dimanfaatkan untuk menciptakan rangkaian aksi yang memukau.