Dalam gim itu terdapat suasana horor klasik seperti dalam Resident Evil. Jika narasinya nanti cukup kompleks, Agni berpeluang masuk kategori Best Narrative, Best Art Direction, bahkan GOTY.
Kedua gim itu memiliki satu benang merah: kedalaman konsep yang tidak bergantung pada bujet besar.
Acts of Blood menawarkan aksi yang relevan di era dominasi genre action. Sedangkan Agni menyajikan horor atmosferik yang kini kembali diminati.
Acts of Blood dijadwalkan rilis pada pertengahan tahun 2026. Sementara Agni: Village of Calamity akan hadir pada kuartal akhir tahun yang sama. Namun, ada pertanyaan yang mengemuka, apakah gim-gim itu mampu membayar ekspektasi?
Jawabannya sederhana. Trailer yang sudah viral itu benar-benar menggambarkan kematangan para kreator gim.
Jika eksekusinya berjalan baik, 2026 bisa menjadi sejarah baru dalam perjalanan industri gim Indonesia. (*)