Kerusakan akibat bencana di Sumbar dan Sumut
Di Sumatera Barat, dampak bencana lebih luas dengan menjangkau 13 hingga 14 kabupaten/kota. Wilayah terdampak meliputi Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Solok, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, serta beberapa kabupaten/kota lain yang mengalami banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur.
Banyak rumah warga terendam, jalan terputus, dan sejumlah sarana publik rusak akibat curah hujan ekstrem. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan status tanggap darurat karena luasnya dampak bencana.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, seperti pembersihan material, pemulihan akses komunikasi, dan perbaikan darurat untuk infrastruktur penting.
“Titik longsor di badan jalan yang amblas, serta pohon tumbang terjadi di beberapa kabupaten dan kota,” jelas Vasko.
BACA JUGA:Banjir di Sumatera Barat: 19 Kecamatan Terdampak di 3 Kabupaten
BACA JUGA:Banjir di Aceh, Akses Terputus dan Ribuan KK Terdampak, BNPB Kerahkan Helikopter
Di Sumatera Utara, bencana terjadi secara bersamaan di beberapa wilayah seperti Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
Hujan deras memicu banjir bandang dan longsor yang merusak jembatan, memutus akses jalan, dan memaksa ribuan warga mengungsi. Pemerintah Provinsi Sumut juga telah menetapkan status tanggap darurat guna mempercepat penanganan.
Data korban banjir dan longsor di Sumatera
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan bahwa hingga Jumat 28 November 2025, jumlah korban meninggal akibat bencana di Sumatera Utara mencapai 116 orang, sementara 42 lainnya masih dalam pencarian.
“Rinciannya, Tapanuli Utara 11 meninggal, Tapanuli Tengah 47, Tapanuli Selatan 32, Kota Sibolga 17, Humbang Hasundutan 6, Kota Padang Sidempuan 1, dan Pakpak Bharat 2,” tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta
Sementara itu, di Sumatera Barat terdapat 23 orang meninggal, 12 orang hilang, dan 4 orang luka-luka. Sekitar 3.900 kepala keluarga harus mengungsi. Dua kota di Sumatera Barat yang paling parah terdampak adalah Kota Solok dan Kota Padang.
BACA JUGA:Korban Jiwa Bertambah, Banjir dan Longsor Terjang 13 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara
BACA JUGA:BMKG dan BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Banjir Lahar Dingin Semeru
Di Aceh, tercatat 35 orang meninggal, 25 orang hilang, dan 8 orang terluka akibat banjir dan tanah longsor. Sebanyak 4.846 keluarga terpaksa mengungsi.
Untuk membuka akses jalan yang terhambat, pemerintah bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan menggunakan alat berat dari tim gabungan.