Ilustrasi dua orang sedang bersembahyang menggunakan dupa.-freepik-
BACA JUGA:Fenomena Lucky Face, Ketika Feng Shui Wajah dan Tren Estetika Modern Bertemu
BACA JUGA:Feng Shui Penempatan dan Penataan Kamar Mandi dan Dampaknya terhadap Kesehatan Penghuni Rumah
Peribadatan delapan dupa telah diawali sejak upacara pertama, penutupan peti, upacara malam kembang, hingga malam terakhir sampai 3 tahun masa berkabung.
Sembilan Dupa
Sedangkan dupa berjumlah sembilan adalah jumlah tertinggi dalam peribadatan Konghucu. Mereka tidak pernah menggunakan dupa yang lebih banyak dari jumlah sembilan.
“Karena sembilan adalah angka tertinggi. Melambangkan kesempurnaan Tuhan. Juga penghormatan tertinggi atas kesempurnaan yang dimiliki-Nya,” ujarnya.
Di Atas Sembilan Dupa
Dalam kepercayaan lain yang bersinggungan dengan tradisi Tiongkok, ada yang menggunakan dupa berjumlah lebih dari sembilan. Seperti dua belas dupa.
BACA JUGA:Tip Feng Shui, Simpan 3 Benda Berenergi Kuat di Saku untuk Menarik Rezeki
BACA JUGA:Panduan Feng Shui untuk Menata Posisi Pintu Utama agar Membawa Keberuntungan
Biasanya, jumlah itu digunakan untuk persembahyangan Imlek. Dengan harapan mereka terlindungi dan beroleh berkah, rezeki, dan keselamatan dalam mengarungi 12 bulan ke depan.
Konghucu sebenarnya tak mengenal penggunaan dua belas dupa. Namun, mereka tak mempermasalahkan apabila ada seseorang yang mengadopsi tradisi dua belas dupa.
“Tidak masalah kalau ada yang mau memakainya untuk berdoa. Khususnya saat imlek,” ujarnya. Menurutnya, Konghucu adalah agama yang fleksibel.
Selama penganutnya memiliki keyakinan terhadap dupa berjumlah tertentu, maka sah-sah saja dilakukan. Yang jelas, tradisi penggunaan dupa untuk peribadatan telah dijalankan selama berabad-abad lamanya.
BACA JUGA:6 Aturan Feng Shui dalam Menempatkan Tempat Tidur
BACA JUGA:5 Aturan Feng Shui Menaruh Cermin di Kamar, Hindari Kesalahan yang Mengganggu Energi Positif
Kepercayaan lokal di Nusantara pun banyak yang juga menggunakan dupa. Namun sayang, makna positif dupa seringkali disalahartikan oleh orang tak bertanggungjawab. Disebut mengundang mahluk halus dan semacamnya.