"Dengan rendah hati, kami harus menyadari bahwa kerja keras adalah satu-satunya cara untuk naik peringkat. Aku tidak bisa bilang bahwa kami untuk memimpin Liga Italia. Kami bahkan belum mendekati kesiapan sama sekali," tegasnya.
Pujian untuk Neres dan Hojlund
Selebrasi David Neres usai buka keunggulan bagi Napoli atas Bologna dalam laga final Supercoppa Italiana, Selasa 23 Desember 2025--@SSCNapoli-Instagram
Napoli menggunakan susunan pemain inti yang sama yang juga mengalahkan AC Milan di semifinal Supercoppa pada Kamis. Pilihannya terbatas karena Kevin De Bruyne, Frank Anguissa, Billy Gilmour, dan kiper Alex Meret absen panjang.
BACA JUGA:Napoli vs Juventus 2-1: Brace Rasmus Hojlund Bawa Partenopei Rebut Capolista
BACA JUGA:AS Roma vs Napoli 0-1, David Neres Bungkan Olimpico!
Meskipun begitu, Conte menolak anggapan bahwa keberhasilan David Neres mencetak dua gol adalah keajaiban penampilan individu. Bukan hasil dari kerja sama tim yang cakep.
"Jika Anda melihat jumlah peluang mencetak gol yang kami ciptakan, kami bisa jauh lebih klinis," kata Conte. "Tim ini memberikan penampilan yang luar biasa dalam segala hal," lanjutnya.
Mantan pelatih Juventus itu mengakui, gol pertama Neres adalah momentum magis dari seorang individu. Tapi semua peluang lainnya dipersiapkan dan diperhitungkan lewat analisa permainan tim.
Napoli juara Piala Super Italia, Conte bilang belum dominan. Foto: Conte tos dengan Rasmus Hojlund setelah si pemain cetak gol ke gawang Fiorentina, 13 September 2025.-AFP-
"Tugas kami sebagai pelatih adalah meningkatkan pengetahuan pemain dan membuatnya lebih kuat," jelas Conte. "Aku merasa semua orang yang kulatih telah meningkat. Baik dalam pemahaman taktik dan pergerakan, juga dalam mentalitas," yakin pelatih 56 tahun tersebut.
BACA JUGA:Antonio Conte Geram Napoli Kurang Dihargai di Tengah Krisis Cedera
BACA JUGA:Spalletti Ungkap Dirinya Tak Pernah Khianati Napoli, Tapi Siap Beri yang Terbaik untuk Juventus
"Tentu saja, Anda membutuhkan kualitas untuk menyelesaikan situasi, tetapi Anda juga membutuhkan tim yang terorganisir yang dapat menempatkan mereka dalam kondisi untuk menggunakan kualitas tersebut," paparnya.
Conte memberi contoh Rasmus Hojlund. Pemain asal Denmark itu menunjukkan etos kerja dan pergerakannya yang sangat bagus di laga melawan Bologna. Jauh berbeda dari penampilannya di Manchester United.
"Semua orang dulu bilang Rasmus enggak perform di Manchester. Begitu pula (Scott) McTominay. Kenapa begitu?," tanya Conte, menyebut pemain kunci lain yang juga direkrut dari Man United.
"Tanyakan saja sendiri ke sana. Aku dan staf memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. Ada alasan mengapa kami berada di sini (menjadi juara)," pungkas Conte. (*)