Alamat tersebut tetap terhubung dengan akun untuk memastikan tidak ada email atau data penting yang hilang.
Aturan dan ketentuan penggantian alamat email
Untuk menjaga keamanan akun dan mencegah penyalahgunaan platform, Google menetapkan sejumlah aturan ketat dalam penggunaan fitur itu.
BACA JUGA:Cara Melacak HP yang Hilang dengan Email Google atau Apple ID
BACA JUGA:Polri Ingatkan Masyarakat Untuk Waspada Email Palsu, Jadi Modus Penipuan Siber Terbaru
Setelah alamat email diubah, pengguna akan tetap menerima email yang dikirimkan ke alamat lama maupun alamat baru.
Kebijakan itu dikenal sebagai dual delivery. Bertujuan mencegah kehilangan pesan penting selama masa transisi.
Google memastikan bahwa perubahan alamat email tidak akan memengaruhi data akun. Termasuk email lama, file di Google Drive, foto di Google Photos, maupun layanan Google lainnya.
Dari sisi frekuensi, pengguna hanya diperbolehkan mengganti alamat email satu kali dalam jangka waktu 12 bulan.
BACA JUGA:Google Tunda Mengganti Assistant dengan Gemini, Transisi Penuh Ditargetkan 2026
BACA JUGA:Google Kembangkan Ekosistem Android XR Lewat Fitur Baru AI Glasses, Apa Saja Kemampaunnya?
Selain itu, secara keseluruhan satu akun Google hanya dapat mengganti alamat email maksimal empat kali sepanjang masa aktif akun.
Khusus untuk alamat dengan domain @gmail.com, batas perubahan bahkan lebih ketat. Yakni maksimal tiga kali saja.
Google juga menekankan aspek keamanan identitas pengguna. Alamat email lama akan tetap “dicadangkan” atau reserved. Sehingga tidak bisa digunakan atau diklaim oleh pengguna lain.
Dengan demikian, identitas digital pemilik akun tetap terlindungi. Tetap aman meskipun alamat email telah berubah.
BACA JUGA:Google Developer Groups Gandeng Kampus di Surabaya, Kembangkan Teknologi AI Lewat DevFest 2025
BACA JUGA:Google Siapkan Fitur Projects untuk Gemini, Mirip dengan ChatGPT