BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Akun InaEEWS Palsu di Telegram, Sistem Resmi Belum Rilis!
Waspada akun InaEEWS palsu di Telegram! BMKG tegaskan sistem resmi masih uji coba dan belum rilis. Pastikan informasi gempa hanya melalui aplikasi resmi InfoBMKG.--Instagram BMKG
HARIAN DISWAY - BMKG memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap akun, grup, dan kanal Telegram ilegal yang mengatasnamakan Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) BMKG.
Akun tersebut menggunakan nama, logo, dan atribut BMKG secara ilegal untuk menyebarkan peringatan dini gempa bumi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah merilis informasi peringatan gempa bumi yang tersebar di kanal-kanal ilegal tersebut.
Hal ini dikarenakan sistem Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) belum diluncurkan untuk publik dan masih dalam proses pengembangan serta uji coba secara terbatas.
BACA JUGA: Gempa Hari Ini Magnitudo 4,3 Guncang Berau Kaltim
BACA JUGA: Gempa Hari Ini Guncang Malang Jatim, Cek Kekuatan Magnitudonya!
“Sistem InaEEWS BMKG masih dalam tahap pengembangan dan uji coba terbatas, serta belum diluncurkan secara resmi untuk publik luas di Indonesia,” kata Nelly di Jakarta pada Jumat, 27 Februari.
BMKG mengidentifikasi adanya unsur kesengajaan dari pihak tertentu dalam meniru identitas serta atribut visual Earthquake Early Warning System (InaEEWS) BMKG di platform Telegram.
Tindakan pemalsuan informasi tersebut dilakukan secara ilegal dengan tujuan untuk memanipulasi kepercayaan publik.
Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu Fachri Radjab, menjelaskan bahwa akun ilegal tersebut sengaja memalsukan parameter gempa bumi yang dapat memicu keresahan masyarakat.
BACA JUGA: Gempa Hari Ini Guncang Banyuwangi Jatim, Cek Kekuatan Magnitudonya
BACA JUGA: 7 Kabupaten di Jateng Waspada Hujan Ekstrem hingga Akhir Februari
Selain itu, oknum tersebut telah mengeksploitasi data real-time dari InaEEWS dengan cara mengambil dan menyebarluaskan kembali informasi peringatan dini secara tidak sah tanpa izin resmi dari BMKG.
“BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi peringatan dini pada kanal Telegram tersebut merupakan disinformasi. Lembaga secara resmi menyatakan bahwa akun yang mengatasnamakan InaEEWS BMKG adalah profil palsu dan bukan saluran informasi milik pemerintah,” ujar Fachri.
Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum pernah ada jalinan kerja sama dengan pihak manapun dalam hal diseminasi informasi peringatan dini gempa bumi.
Selain itu, lembaga menjamin bahwa seluruh layanan peringatan dini bersifat gratis. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengabaikan segala bentuk permintaan biaya atau penawaran layanan berbayar yang mengatasnamakan BMKG.
BACA JUGA: BMKG Ungkap Akun InaEEWS Palsu, Publik Diminta Waspada
BACA JUGA: BMKG Prediksi Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta hingga Akhir Februari 2026
“Tindakan oknum yang mengelola akun ilegal ini tidak hanya merusak kredibilitas BMKG sebagai satu-satunya institusi resmi pemerintah yang berwenang, tetapi juga membahayakan keselamatan publik melalui informasi palsu,” Tegasnya.
Untuk mendapatkan informasi gempa yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan, BMKG mengimbau masyarakat agar selalu merujuk pada saluran resmi BMKG melalui aplikasi InfoBMKG, akun media sosial terverifikasi, serta laman resmi www.bmkg.go.id.(*)
*) Peserta Magang dari Universitas Trunojoyo Madura.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: