Momen gelandang Como, Nico Paz (kiri), ketika melakukan tendangan salto saat melawan Sassuolo.--Instagram @nicopaz1o
Namun, Real Madrid diprediksi akan bersikap tegas. Klub dikabarkan tidak berniat menjual Paz pada musim panas mendatang. Sekalipun hal itu berarti melewatkan peluang meraih keuntungan besar dalam waktu singkat.
"Madrid percaya Paz memiliki tempat dalam skuad yang tengah dibangun Xabi Alonso, dan potensi besarnya dinilai terlalu berharga untuk dilepas," ungkap sumber AS.
BACA JUGA:Nico Paz Jadi Rebutan Inter Milan dan Leverkusen, Real Madrid Tahan Klausul Buy-Back
BACA JUGA:Real Madrid Percepat Rekrutmen Nico Paz dan Angelo Stiller Jelang Piala Dunia Antarklub
Lini tengah Madrid di era Alonso dikritik kekurangan kreativitas. Menyusul kepergian Toni Kroos dan Luka Modric. Nah, Nico Paz dipandang sebagai solusi ideal.
Ia disebut sebagai pemain dengan kualitas setara gelandang EUR100 juta (sekitar Rp 1,9 triliun). Namun bisa didapatkan kembali dengan harga yang jauh lebih murah berkat klausul buyback yang sudah disepakati sebelumnya.
Kini, keputusan akhir tetap berada di tangan sang pemain. Dan Paz disebut sangat antusias untuk menghidupkan kembali kariernya di Real Madrid.
Kendati demikian, klub-klub peminat diyakini akan terus berupaya membujuknya agar memilih jalur berbeda sebelum bursa transfer musim panas 2026 ditutup.
Bagi Madrid, memulangkan Paz bukan sekadar soal nostalgia. Melainkan investasi strategis: mengamankan talenta elite dengan biaya minimal, sekaligus menjawab kebutuhan mendesak di lini tengah untuk masa depan. (*)